Pemerintah genjot penerimaan nonmigas

Senin, 01 Oktober 2012 - 09:26 WIB
Pemerintah genjot penerimaan...
Pemerintah genjot penerimaan nonmigas
A A A
Sindonews.com - Penerimaan negara dari sektor hulu migas mengalami penurunan pada 2013, sehingga pemerintah akan berupaya menggenjot penerimaan dari sektor lainnya.

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mencatat pada sektor hulu migas dalam Rencana Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2012 mencapai USD33,48 miliar, sedangkan pada tahun 2013 turun menjadi USD31,748.

Namun hal berbeda justru diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa yang mengatakan bahwa adanya peningkatan penerimaan negara dari sektor lain selain sektor hulu migas.

"Nanti kita lihat, apa ada yang kurang saya akan cek lagi, mungkin ada penambahan dari sektor lain," katanya di Jakarta.

Sebelumnya, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mencatat penerimaan negara dari sektor hulu minyak dan gas bumi dalam RAPBN tahun 2013 mencapai USD31,748 miliar. Penerimaan negara tersebut turun dari APBN Perubahan tahun 2012 sebesar USD33,48 miliar.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Hadi Prasetyo mengatakan, penerimaan negara lebih rendah dikarenakan perbedaan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan produksi minyak. Sesuai RAPBN 2013, ICP ditetapkan sebesar USD 100 per barel dan produksi minyak 900.000 barel per hari (bph). Sementara, ICP pada APBN Perubahan 2012 adalah USD 105 per barel dan produksi minyak 930.000 bph.

"Namun, angka penerimaan ini baru asumsi. Kami upayakan bisa lebih tinggi dibandingkan target seperti tahun sebelumnya," ujar Hadi.

Pada 2011, target penerimaan minyak dan gas bumi sebesar USD32,4 miliar, namun realisasi mencapai USD35,79 miliar dan 2012 dari target USD33,48 miliar. Sedangkan perkiraan realisasi mencapai USD36,83 miliar.

Sesuai RAPBN 2013, PNBP migas ditargetkan Rp169,5 triliun yang terdiri dari minyak Rp120,9 triliun dan gas Rp48,6 triliun. Pajak penghasilan migas RAPBN 2013 direncanakan Rp67,4 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
29 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
4 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
5 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved