Naiknya harga emas picu inflasi DIY

Senin, 01 Oktober 2012 - 17:15 WIB
Naiknya harga emas picu...
Naiknya harga emas picu inflasi DIY
A A A
Sindonews.com - Inflasi di Kota Yogyakarta pada bulan September kembali menurun dan hanya 0,19 persen. Ditengarai, inflasi ini dipengaruhi oleh anomali cuaca dan kenaikan harga emas dunia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Wien Kusdiatmono mengatakan nilai inflais ini dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada enam elemen kelompok pengeluaran.

Kelompok bahan makanan naik 0,02 persen, kelompok makanan jadi, minuman,a rokok dan tembakau 0,35 persen, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,34 persen, sandang 1,44 persen, kesehata naik 0,14 persen dan kelompok rekreasi dan olahraga naik 0,07 persen. “Untuk kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,51 persen,” tuturnya.

Menurutnya, kenaikan harga yang memberikan andil positif terhadap inflasi terletak pada komoditi emas perhiasan yang naik 4,22 persen dengan andil 0,07 persen. Selain itu tukang bukan mandor naik 0,07 persen, jeruk 5,42 persen dengan andil 0,04 persen. Harga daging sapi, sewa rumah dan beberapa sayuran juga ikut berpengaruh.

Sedangkan yanga memberikan andil negative pada komoditas angkutan antar kota, daging ayam ras yang ikut andil -0,07 persen, cabe merah 0,03 persen, gula pasir4,06 persen bawang putih -0,02 persen.

Dari 66 kota yang dihitung angka inflasinya pada September 2012, 21 kota mengalami inflasi dan 45 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Pangkal Pinang sebesae 0,74 persen, sedangkan inflasi terendah yaitu 0,01 persen dialami kota Dumai.

Deflasi terbesar terjadi di kota Singkawang sebesar 2,18 persen, sedangkan deflasi terkecil 0,02 persen masing-masing terjadi di kota Medan, Cirebon, Kediri dan Cilegon.

“Laju inflasi tahun kalender September 2012 sebesar 3,03 persen. Sedangkan laju inflasi tahun ke tahun 3,91 persen,” tutur Wien.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
16 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
22 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
37 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
39 menit yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Resign: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
43 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
44 menit yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved