HKTI minta Bulog diberi kewenangan penuh

Selasa, 02 Oktober 2012 - 15:12 WIB
HKTI minta Bulog diberi...
HKTI minta Bulog diberi kewenangan penuh
A A A
Sindonews.com - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendesak pemerintah agar memberikan kewenangan penuh kepada Perum Bulog untuk mengelola pangan secara nasional. HKTI menilai, selama ini kewenangan yang dimiliki Bulog belum cukup untuk bisa berperan sebagai stabilisator dan penyangga pangan nasional.

Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Rachmat Pambudi mengatakan, agar Bulog bisa berperan sebagai stabilisator, lembaga itu harus memiliki stok yang cukup agar bisa melakukan operasi pasar (OP) jika terjadi gejolak harga. Selain itu, kata dia, Bulog harus diberi kewenangan penuh untuk mengelola persediaan pangan nasional.

"Jangan seperti sekarang ini, Bulog diberikan tugas tersebut tapi tidak didukung dana yang cukup. Bahkan dananya harus mencari sendiri," katanya di Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Yang lebih penting, lanjut Rachmat, agar Bulog bisa menjalankan fungsi stabilisator dengan baik perlu dukungan kebijakan makro, di bawah payung kebijakan pangan nasional.

"Masalah ini perlu dipikirkan, sebab tanpa dipayungi strategi kebijakan, Bulog akan terombang-ambing," katanya.

Rachmat mencontohkan, sebagai institusi pangan nasional, pemeritah harus mencontoh Pemerintah India yang memberikan kewenangan kepada institusi pangannya (India Food Corporation/IFC). Di negara tersebut, institusi pangannya bertugas membeli beras dan gandum sebanyak 85 persen yang dihasilkan petani, sisanya 15 persen diperdagangkan secara bebas.

Hebatnya, kata Rachmat, hasil penyerapan beras dan gandum tersebut diolah ke perusahaan-perusahaan yang dimiliki dan dibeli lagi IFC. Sebagian lagi boleh dijual, tapi maksimum 15 persen.

"Kalau saja Bulog diberi kewenangan untuk mengusai pangan seperti itu, jelas tidak akan rugi," kata Rachmat.

Dengan demikian, jika pemerintah ingin menjadikan Bulog sebagai lembaga stabilisator harga pangan strategis, maka lembaga itu harus diberi kewenangan untuk menguasai pangan strategis.

"Memang, untuk menguasai stok pangan diperlukan anggaran yang tidak sedikit. Tapi, kalau tujuan untuk menyelamatkan jutaan petani, dana sebesar apapun harusnya tidak menjadi masalah. Yang penting petani kita bisa diselamatkan," tegasnya.

Sebagai lembaga yang bertugas menjaga stok pangan nasional, jika terjadi penurunan produksi dalam negeri, maka pemerintah perlu memberikan Bulog kewenangan penuh untuk mengimpor kapan saja.

Hal ini mengingat masa panen di negara eksportir sulit diprediksi, harganyapun juga kerap bergejolak. Untuk itu, lebih baik Bulog diberi kebebasan untuk mengimpor, asalkan waktu menyalurkan harus hati-hati sehingga tidak merusak harga dalam negeri.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan Pe­merintah...
Kebijakan Pe­merintah Soal Perberasan Harus Lindungi Petani
Perkuat Ketahanan Pangan...
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Perum BULOG Siap Dukung Koperasi Merah Putih
Bulog Peduli Gizi Gelontorkan...
Bulog Peduli Gizi Gelontorkan Bantuan Beras Bervitamin kepada Dua Ribu Balita
Kinerja Gemilang BULOG...
Kinerja Gemilang BULOG Jatim: Lampaui Target dan Jadi Tulang Punggung Penyerapan Beras Nasional
Baru Menjabat, Dirut...
Baru Menjabat, Dirut Bulog Langsung Temui Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Peringati Hari Gizi...
Peringati Hari Gizi Nasional, BULOG PEDULI Gelontorkan 6 Ton Beras Bervitamin
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
15 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
17 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
27 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
Rakyat Swiss Minta Pembelian...
Rakyat Swiss Minta Pembelian 36 Jet Tempur F-35 AS Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved