Pemkab Sukabumi serap dana investasi USD21 M
Selasa, 02 Oktober 2012 - 18:37 WIB
Pemkab Sukabumi serap dana investasi USD21 M
A
A
A
Sindonews.com - Nilai dana investasi yang telah berhasil diserap Pemkab Sukabumi sepanjang tahun 2012 mencapai USD21 miliar. Seluruh dana invetasi tersebut berasal dari penanaman modal asing sektor industri.
Bupati Sukabumi, Sukmawijaya menerangkan setiap tahunnya pertumbuhan investasi mengalami kenaikan yang signifikan. Puncaknya pada 2012 ini nilai investasi yang berhasil diserap mencapai USD21 miliar dengan dibukanya sembilan pabrik yang dikembangkan di wilayah Utara Sukabumi.
“Investasi melalui penanaman modal asing sudah cukup besar yang telah berhasil diserap selama satu tahun terakhir ini. Ini tentunya mempengaruhi terhadap perekonomian warga. Dengan adanya sembilan pabrik yang dibuka, maka penyerapan tenaga kerja lokal sangat tinggi,” ungkap Sukmawijaya kepada Sindonews, Selasa (2/10/2012).
Dia mengatakan, perkembangan investasi di Kabupaten Sukabumi dipastikan akan terus mengalami kenaikan. Gejala ini ditunjukan dengan adanya rencana penanaman modal untuk tiga kawasan industry besar yang diperkirakan akan menyedot dana invetasi senilai triliunan rupiah.
Tiga kawasan industri itu meliputi industri cluster furniture terbesar di Asia yang akan dibuka di atas lahan 200 hektar yang terletak di Desa Parakan Lima, Kecamatan Cikembar. Kawasan industry semen di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunung Guruh dan industry pasir besi di atas lahan seluas 1200 hektar di Kecamatan Nyalindung dengan lokasi pengambilan bahan baku di Kecamatan Tegalbuleud.
“Tiga kawasan industry itu diperkirakan akan segera terrealisasi sekitar akhir tahun ini atau paling lambat 2013 mendatang. Semuanya sedang dalam proses perijinan, sebab untuk penandatanganan kesepakatan sudah dilakukan. Para investor itu sebagian besar berasal dari luar negeri,” tuturnya.
Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi menerangkan upaya peningkatan investasi ditunjang dengan disahkannya Perda tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) pada pertengahan tahun 2012 silam.
“Dengan adanya perda ini maka para investor akan mudah menemukan lokasi-lokasi yang bias dijadikan sebagai pengembangan industry,” tutur Badri.
Bupati Sukabumi, Sukmawijaya menerangkan setiap tahunnya pertumbuhan investasi mengalami kenaikan yang signifikan. Puncaknya pada 2012 ini nilai investasi yang berhasil diserap mencapai USD21 miliar dengan dibukanya sembilan pabrik yang dikembangkan di wilayah Utara Sukabumi.
“Investasi melalui penanaman modal asing sudah cukup besar yang telah berhasil diserap selama satu tahun terakhir ini. Ini tentunya mempengaruhi terhadap perekonomian warga. Dengan adanya sembilan pabrik yang dibuka, maka penyerapan tenaga kerja lokal sangat tinggi,” ungkap Sukmawijaya kepada Sindonews, Selasa (2/10/2012).
Dia mengatakan, perkembangan investasi di Kabupaten Sukabumi dipastikan akan terus mengalami kenaikan. Gejala ini ditunjukan dengan adanya rencana penanaman modal untuk tiga kawasan industry besar yang diperkirakan akan menyedot dana invetasi senilai triliunan rupiah.
Tiga kawasan industri itu meliputi industri cluster furniture terbesar di Asia yang akan dibuka di atas lahan 200 hektar yang terletak di Desa Parakan Lima, Kecamatan Cikembar. Kawasan industry semen di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunung Guruh dan industry pasir besi di atas lahan seluas 1200 hektar di Kecamatan Nyalindung dengan lokasi pengambilan bahan baku di Kecamatan Tegalbuleud.
“Tiga kawasan industry itu diperkirakan akan segera terrealisasi sekitar akhir tahun ini atau paling lambat 2013 mendatang. Semuanya sedang dalam proses perijinan, sebab untuk penandatanganan kesepakatan sudah dilakukan. Para investor itu sebagian besar berasal dari luar negeri,” tuturnya.
Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi menerangkan upaya peningkatan investasi ditunjang dengan disahkannya Perda tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) pada pertengahan tahun 2012 silam.
“Dengan adanya perda ini maka para investor akan mudah menemukan lokasi-lokasi yang bias dijadikan sebagai pengembangan industry,” tutur Badri.
(gpr)
Lihat Juga :