SBY: Demo buruh ganggu iklim investasi
Rabu, 03 Oktober 2012 - 13:48 WIB
SBY: Demo buruh ganggu iklim investasi
A
A
A
Sindonews.com - Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan ribu buruh dianggap oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengganggu iklim investasi di Indonesia.
"Ya tentu, yang kita harapkan adalah agar investasi secara umum iklim investasi tidak terganggu," ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (1/10/2012).
Presiden berharap aksi para buruh tidak meluas pada tindakan anarkis yang meluas sehingga akan berdampak pada investasi yang terganggu. Hal itu karena citra Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang aman untuk berinvestasi.
"Maka diimbau agar tidak sampai melakukan, ajakan, apalagi disertai ancaman dan intimidasi kepada teman-teman pekerja lain yang tidak ingin melakukan aksi demo karena mereka ingin terus bekerja pada hari ini," paparnya.
Lebih lanjut Julian mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa di beberapa tempat terjadi penghasutan, intimidasi kepada para buruh agar tidak bekerja pada hari ini.
"Ini tidak positif. Bagaimana pun pemerintah menghormati hak setiap warga negara juga para buruh untuk melakukan demonstrasi. Namun, kalau sampai ada pemaksaan, kami kira itu tidak pantas karena berarti tak hormati orang lain untuk miliki pilihan," kata Julian.
Selain itu, Presiden juga menekankan agar pabrik-pabrik tidak berhenti berproduksi. "Itu yang kami tekankan tadi yakni jangan sampai mengganggu proses produksi, karena kalau sampai tidak bisa beraktivitas karena tak ada yang bekerja, ini akan mengganggu tidak hanya pabrik bersangkutan tetapi perekonomian secara nasional," ucapnya.
"Ya tentu, yang kita harapkan adalah agar investasi secara umum iklim investasi tidak terganggu," ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (1/10/2012).
Presiden berharap aksi para buruh tidak meluas pada tindakan anarkis yang meluas sehingga akan berdampak pada investasi yang terganggu. Hal itu karena citra Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang aman untuk berinvestasi.
"Maka diimbau agar tidak sampai melakukan, ajakan, apalagi disertai ancaman dan intimidasi kepada teman-teman pekerja lain yang tidak ingin melakukan aksi demo karena mereka ingin terus bekerja pada hari ini," paparnya.
Lebih lanjut Julian mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa di beberapa tempat terjadi penghasutan, intimidasi kepada para buruh agar tidak bekerja pada hari ini.
"Ini tidak positif. Bagaimana pun pemerintah menghormati hak setiap warga negara juga para buruh untuk melakukan demonstrasi. Namun, kalau sampai ada pemaksaan, kami kira itu tidak pantas karena berarti tak hormati orang lain untuk miliki pilihan," kata Julian.
Selain itu, Presiden juga menekankan agar pabrik-pabrik tidak berhenti berproduksi. "Itu yang kami tekankan tadi yakni jangan sampai mengganggu proses produksi, karena kalau sampai tidak bisa beraktivitas karena tak ada yang bekerja, ini akan mengganggu tidak hanya pabrik bersangkutan tetapi perekonomian secara nasional," ucapnya.
(gpr)
Lihat Juga :