Pertamina terus selidiki penyebab ledakan
Rabu, 03 Oktober 2012 - 14:49 WIB
Pertamina terus selidiki penyebab ledakan
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina EP menyebut kebakaran penampungan minyak mentah milik pencuri di daerah Bayung Lencir berhasil ditanggulangi sekira pukul 11.50 WIB. Saat ini, pihaknya masih melakukan investigasi kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.
Seperti dikutip dari keterangan tertulis yang dikeluarkan Pertamina EP, Manager Humas Pertamina EP Agus Amperianto menyebut kebakaran di kilometer 219 kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan terjadi pada pagi ini. Kebakaran diduga akibat aksi penjarahan minyak mentah dari pipa Tempino-Plaju di daerah tersebut.
"Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya pipa paralon dan bak galian tanah yang menjadi tempat penampungan minyak jarahan di sekitar lokasi kejadian," ungkap Agus di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Pihaknya kemudian juga mengaku telah melakukan penanggulangan antara pihak Elnusa selaku pelaksana operation and maintenance, Pertamina, Kepolisian, BP Migas, BLH Provinsi, dan aparatur setempat.
"Tim pemadam dari Pertamina dibantu oleh tim pemadam kebakaran dari instansi dan industri di sekitar kejadian langsung melakukan tindakan penanganan. Hingga saat ini, telah ada lima korban jiwa dan 18 korban luka bakar," tambahnya.
Pertamina, ungkapnya, sangat menyayangkan aksi penjarahan minyak yang masih sering terjadi di jalur pipa minyak Tempino-Plaju. Aksi ini tidak saja merugikan negara tetapi juga mengakibatkan kebakaran dan menimbulkan korban jiwa.
Sebagai informasi, Pertamina mendata kerugian yang ditimbulkan telah mencapai lebih dari Rp200 miliar. Aksi penjarahan minyak mentah mengalami peningkatan sejak pertengahan 2012. Dalam lima bulan terakhir telah terjadi kehilangan sebesar 36.587 barel (Mei 2012), 60.554 barel (Juni 2012), 68.037 barel (Juli 2012), 48.325 barel (Agustus 2012), dan 29.001 barel (September 2012). Kecamatan Bayung Lencir merupakan wilayah yang memiliki catatan angka penjarahan tertinggi di 2011 terjadi 158 kasus dan hingga September 2012 meningkat menjadi 373 kasus.
Seperti dikutip dari keterangan tertulis yang dikeluarkan Pertamina EP, Manager Humas Pertamina EP Agus Amperianto menyebut kebakaran di kilometer 219 kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan terjadi pada pagi ini. Kebakaran diduga akibat aksi penjarahan minyak mentah dari pipa Tempino-Plaju di daerah tersebut.
"Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya pipa paralon dan bak galian tanah yang menjadi tempat penampungan minyak jarahan di sekitar lokasi kejadian," ungkap Agus di Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Pihaknya kemudian juga mengaku telah melakukan penanggulangan antara pihak Elnusa selaku pelaksana operation and maintenance, Pertamina, Kepolisian, BP Migas, BLH Provinsi, dan aparatur setempat.
"Tim pemadam dari Pertamina dibantu oleh tim pemadam kebakaran dari instansi dan industri di sekitar kejadian langsung melakukan tindakan penanganan. Hingga saat ini, telah ada lima korban jiwa dan 18 korban luka bakar," tambahnya.
Pertamina, ungkapnya, sangat menyayangkan aksi penjarahan minyak yang masih sering terjadi di jalur pipa minyak Tempino-Plaju. Aksi ini tidak saja merugikan negara tetapi juga mengakibatkan kebakaran dan menimbulkan korban jiwa.
Sebagai informasi, Pertamina mendata kerugian yang ditimbulkan telah mencapai lebih dari Rp200 miliar. Aksi penjarahan minyak mentah mengalami peningkatan sejak pertengahan 2012. Dalam lima bulan terakhir telah terjadi kehilangan sebesar 36.587 barel (Mei 2012), 60.554 barel (Juni 2012), 68.037 barel (Juli 2012), 48.325 barel (Agustus 2012), dan 29.001 barel (September 2012). Kecamatan Bayung Lencir merupakan wilayah yang memiliki catatan angka penjarahan tertinggi di 2011 terjadi 158 kasus dan hingga September 2012 meningkat menjadi 373 kasus.
(gpr)
Lihat Juga :