OCBC NISP selektif cari nasabah kartu kredit
Rabu, 03 Oktober 2012 - 15:18 WIB
OCBC NISP selektif cari nasabah kartu kredit
A
A
A
Sindonews.com – Bank OCBC NISP terus memperbesar penetrasi kepada pengguna kartu kredit untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Penetrasi pada kartu kredit, tetap mempertimbangkan aspek kehati-hatian dalam memilih calon nasabah.
Head of Corporate Communication Devision Bank OCBC NISP, Tina Tjintawati mengatakan, walaupun Bank OCBC NISP menargetkan pertumbuhan pemegang kartu kredit, pihaknya tetap selektif dalam memilih calon nasabah. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kredit macet atau nonperforming loan (NPL).
“Bunga kartu kredit OCBC NISP termasuk paling rendah. Tapi kami tetap berupaya menjaga kualitas nasabah,” kata Tina Tjintawati di Bandung, Rabu (3/10/2012).
Pada semester 1/2012, rasio kredit bermasalah Bank OCBC NISP turun menjadi 0,5 persen dari 0,8 persen pada periode yang sama di tahun 2011. Rasio tersebut jauh dibawah ketentuan Bank Indonesia yang menekankan rasio NPL sebesar 5 persen.
Diakui dia, pemegang kartu kredit pada semester 1/2012 tumbuh cukup baik. Hal itu seiring peningkatan pertumbuhan kredit Bank OCBC NISP sebesar 39 persen dari Rp34,4 triliun menjadi Rp47,7 triliun.
“Pertumbuhan itu juga disertai komitmen kami menjalankan prinsip kehati-hatian dalam memasarkan produk,” timpal dia.
Selain berupaya meningkatkan kualitas nasabah, pada beberapa kesempatan pihaknya menggelar program corporate social responsibility (CSR) tentang manajemen keungan.
Di Bandung, program tersebut dilakukan di RS Boromeus dengan peserta karyawan rumah sakit tersebut. CSR manajemen keungan, diharapkan dapat mengedukasi nasabah OCBC NISP dalam mengelola pendapatan.
Lebih lanjut Tina menjelaskan, pada semester satu tahun ini, Bank yang lahir di Bandung ini mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 29 persen menjadi Rp51,8 triliun dari Rp40,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumuhan kredit dan DPK Bank OCBC NISP menaikkan pendapatan perseorang menjadi Rp407 miliar atau tumbuh sebesar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pendapatan non bunga atau fee based income yang tumbuh sebesar 43 persen dari Rp287 miliar menjadi Rp409 miliar.
Kenaikan fee based income ini terutama berasal dari peningkatan pendapatan transaksi penjualan surat berharga, transaksi valuta asing serta aktivitas wealth management.
Pada semester tersebut, Bank OCBC NISP juga mencatat pertumbuhan modal sebesar 38 persen menjadi Rp8,4 triliun. Peningkatan tersebut manikkan rasio permodalan (CAR) menjadi 17,6 persen. Dengan pondasi keuangan yang semakin kokoh dan pertumbuhan yang berkelanjutan, pihaknya berharap dapat lebih leluasa melakukan ekspansi prodak perbankan.
Head of Corporate Communication Devision Bank OCBC NISP, Tina Tjintawati mengatakan, walaupun Bank OCBC NISP menargetkan pertumbuhan pemegang kartu kredit, pihaknya tetap selektif dalam memilih calon nasabah. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kredit macet atau nonperforming loan (NPL).
“Bunga kartu kredit OCBC NISP termasuk paling rendah. Tapi kami tetap berupaya menjaga kualitas nasabah,” kata Tina Tjintawati di Bandung, Rabu (3/10/2012).
Pada semester 1/2012, rasio kredit bermasalah Bank OCBC NISP turun menjadi 0,5 persen dari 0,8 persen pada periode yang sama di tahun 2011. Rasio tersebut jauh dibawah ketentuan Bank Indonesia yang menekankan rasio NPL sebesar 5 persen.
Diakui dia, pemegang kartu kredit pada semester 1/2012 tumbuh cukup baik. Hal itu seiring peningkatan pertumbuhan kredit Bank OCBC NISP sebesar 39 persen dari Rp34,4 triliun menjadi Rp47,7 triliun.
“Pertumbuhan itu juga disertai komitmen kami menjalankan prinsip kehati-hatian dalam memasarkan produk,” timpal dia.
Selain berupaya meningkatkan kualitas nasabah, pada beberapa kesempatan pihaknya menggelar program corporate social responsibility (CSR) tentang manajemen keungan.
Di Bandung, program tersebut dilakukan di RS Boromeus dengan peserta karyawan rumah sakit tersebut. CSR manajemen keungan, diharapkan dapat mengedukasi nasabah OCBC NISP dalam mengelola pendapatan.
Lebih lanjut Tina menjelaskan, pada semester satu tahun ini, Bank yang lahir di Bandung ini mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 29 persen menjadi Rp51,8 triliun dari Rp40,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumuhan kredit dan DPK Bank OCBC NISP menaikkan pendapatan perseorang menjadi Rp407 miliar atau tumbuh sebesar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pendapatan non bunga atau fee based income yang tumbuh sebesar 43 persen dari Rp287 miliar menjadi Rp409 miliar.
Kenaikan fee based income ini terutama berasal dari peningkatan pendapatan transaksi penjualan surat berharga, transaksi valuta asing serta aktivitas wealth management.
Pada semester tersebut, Bank OCBC NISP juga mencatat pertumbuhan modal sebesar 38 persen menjadi Rp8,4 triliun. Peningkatan tersebut manikkan rasio permodalan (CAR) menjadi 17,6 persen. Dengan pondasi keuangan yang semakin kokoh dan pertumbuhan yang berkelanjutan, pihaknya berharap dapat lebih leluasa melakukan ekspansi prodak perbankan.
(rna)
Lihat Juga :