Kebutuhan tinggi, Jabar dorong produksi bebek
Rabu, 03 Oktober 2012 - 15:54 WIB
Kebutuhan tinggi, Jabar dorong produksi bebek
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong peningkatan budidaya bebek lokal untuk memenuhi tingginya kebutuhan dalam negeri.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jabar Kusmayadi mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan budidaya bebek.
Beberapa upaya yang dilakukan Dinas Peternakan yaitu melakukan penyuluhan kepada peternak bebek. Penyuluhan difokuskan pada edukasi budaya bebek yang baik dan benar.
“Selama ini, kendala produksi bebek yaitu adanya penyakit lumpuh atau Aspegillus Flavus. Penyakit ini sulit diatasi karena mudah menyebar sesama bebek. Ini menjadi perhatian kami agar peternak melakukan budidaya ternak dengan baik dan benar,” kata Kusmayadi, Rabu (3/10/2012).
Diakui dia, kondisi geografis Jabar mempermudah bebek hidup dan berkembangbiak. Hal itu dikaranakan, Jabar memiliki sumberdaya air yang melimpah.
Menurut dia, bebek saat ini menjadi komoditas yang cukup diminati masyarakat. Di pasar domestik, bebek diolah menjadi berbagai macam penganan. Mulai dari restoran sampai penjual makanan pinggir jalan.
Selain itu, lanjut dia, bebek lokal juga berpotensi ekspor ke sejumlah Negara. Tapi, untuk bisa ekspor, peternak memiliki sertifikasi bahwa ternaknya tidak terjangkit penyakit atau virus.
“Peternak Karawang berencana ekspor daging bebek. Namun, untuk mencapai hal tersebut perlu mendapat sertifikasi bebas penyakit dan saat ini sedang kami bantu prosesnya,” timpal dia.
Dia berharap, peningkatan produksi bebek Jabar bisa menembus pasar ekspor. Harga daging bebek untuk ekspor dinilai akan lebih kompetitif.
Lebih lanjut Kusmayadi menjelaskan, saat ini, populasi bebek di Jabar termasuk paling tinggi dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Per tahun 2011, populasi bebek di Jabar mencapai 9,3 juta ekor.
Jumlah tersebut menyokong sekitar 18,9 persen dari total populasi bebek di Indonesia. Populasi bebek di Jabar sebagian besar berasal dari tiga jenis bebek, yakni bebek Rambon Antol, bebek Padjajaran dan bebek Cihateu.
Bebek tersebut, banyak berkembang biak di beberapa daerah. Seperti bebek Rambon Antol, banyak dikembangbiakkan di kawasan Cirebon. Sedangkan bebek Padjajaran berkembang di kawasan Sungai Citarum. Bebek jenis sempat mendapat penghargaan sebagai bebek terbaik Indonesia. Sedangkan bebek Cihateu itu berada di wilayah Tasikmalaya.
Menurut dia, Kabupaten Indramayu dan Karawang, saat ini menjadi sentra daging bebek terbesar di Jabar. Kedua daerah tersebut mampu menghasilkan masing-masing 1,96 juta kg dan 1,67 juta kg.
Menurutnya, kedua daerah tersebut menjadi sentra produksi bebek karena sudah menerapkan penggunakan sistem kandang. Cara ini dinilai efektif mempercepat proses penggemukan bebek dibandingkan dengan cara diangon.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jabar Kusmayadi mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan budidaya bebek.
Beberapa upaya yang dilakukan Dinas Peternakan yaitu melakukan penyuluhan kepada peternak bebek. Penyuluhan difokuskan pada edukasi budaya bebek yang baik dan benar.
“Selama ini, kendala produksi bebek yaitu adanya penyakit lumpuh atau Aspegillus Flavus. Penyakit ini sulit diatasi karena mudah menyebar sesama bebek. Ini menjadi perhatian kami agar peternak melakukan budidaya ternak dengan baik dan benar,” kata Kusmayadi, Rabu (3/10/2012).
Diakui dia, kondisi geografis Jabar mempermudah bebek hidup dan berkembangbiak. Hal itu dikaranakan, Jabar memiliki sumberdaya air yang melimpah.
Menurut dia, bebek saat ini menjadi komoditas yang cukup diminati masyarakat. Di pasar domestik, bebek diolah menjadi berbagai macam penganan. Mulai dari restoran sampai penjual makanan pinggir jalan.
Selain itu, lanjut dia, bebek lokal juga berpotensi ekspor ke sejumlah Negara. Tapi, untuk bisa ekspor, peternak memiliki sertifikasi bahwa ternaknya tidak terjangkit penyakit atau virus.
“Peternak Karawang berencana ekspor daging bebek. Namun, untuk mencapai hal tersebut perlu mendapat sertifikasi bebas penyakit dan saat ini sedang kami bantu prosesnya,” timpal dia.
Dia berharap, peningkatan produksi bebek Jabar bisa menembus pasar ekspor. Harga daging bebek untuk ekspor dinilai akan lebih kompetitif.
Lebih lanjut Kusmayadi menjelaskan, saat ini, populasi bebek di Jabar termasuk paling tinggi dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Per tahun 2011, populasi bebek di Jabar mencapai 9,3 juta ekor.
Jumlah tersebut menyokong sekitar 18,9 persen dari total populasi bebek di Indonesia. Populasi bebek di Jabar sebagian besar berasal dari tiga jenis bebek, yakni bebek Rambon Antol, bebek Padjajaran dan bebek Cihateu.
Bebek tersebut, banyak berkembang biak di beberapa daerah. Seperti bebek Rambon Antol, banyak dikembangbiakkan di kawasan Cirebon. Sedangkan bebek Padjajaran berkembang di kawasan Sungai Citarum. Bebek jenis sempat mendapat penghargaan sebagai bebek terbaik Indonesia. Sedangkan bebek Cihateu itu berada di wilayah Tasikmalaya.
Menurut dia, Kabupaten Indramayu dan Karawang, saat ini menjadi sentra daging bebek terbesar di Jabar. Kedua daerah tersebut mampu menghasilkan masing-masing 1,96 juta kg dan 1,67 juta kg.
Menurutnya, kedua daerah tersebut menjadi sentra produksi bebek karena sudah menerapkan penggunakan sistem kandang. Cara ini dinilai efektif mempercepat proses penggemukan bebek dibandingkan dengan cara diangon.
(gpr)
Lihat Juga :