Pegadaian syariah, 8 BPD kucurkan kredit Rp1 T
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 11:20 WIB
Pegadaian syariah, 8 BPD kucurkan kredit Rp1 T
A
A
A
Sindonews.com - Delapan bank pembangunan daerah anggota Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) akan mengucurkan kredit sindikasi sebesar Rp1 triliun untuk kredit modal kerja Pegadaian Syariah.
Ketua Asbanda yang juga Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah DKI Eko Budiwiyono mengatakan, penandatanganan kerja sama akan dilakukan pekan depan.
”Bank DKI dipercaya menjadi lead arranger untuk sindikasi tersebut,” ujar Eko usai rapat dengar pendapat umum bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta kemarin. Bagi Bank DKI, ini bukan kali pertama Bank DKI menyalurkan pembiayaan melalui sindikasi.
Sebelumnya kredit sindikasi dengan beberapa BPD lain pernah dilakukan. Seperti, penyaluran kredit untuk dua proyek pembangunan jalan tol Palimanan–Cikampek dan Maluku City Mall senilai Rp2,45 triliun.
Sindikasi kredit proyek jalan tol sebesar Rp2,2 triliun tersebut dikucurkan oleh BPD DKI Jakarta, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur,BPD Kalimantan Timur, BPD Kalimantan Selatan, BPD Riau dan Kepulauan Riau, serta BPD Papua.
Eko mengatakan, kerja sama sindikasi kredit ini merupakan aliansi untuk pengembangan bisnis BPD. Untuk sindikasi kredit proyek jalan tol senilai Rp12 triliun, gabungan tujuh BPD memberi kontribusi sebesar Rp2,2 triliun.
Sementara, untuk proyek Maluku City Mall senilai Rp250 miliar, sindikasi kredit diikuti oleh tiga BPD, yaitu BPD DKI Jakarta, BPD Maluku, dan BPD Papua.
Awal tahun ini Bank DKI telah mematok target sindikasi sebesar Rp2 triliun pada 2012.Target sindikasi ini meningkat 83 persen bila dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2011 yang sebesar Rp 1,2 triliun.
Sementara, hingga semester I/2012 Bank DKI membukukan laba sebelum pajak Rp252 miliar, tumbuh 20,02 persen dibandingkan Juni 2011 yang hanya Rp210 miliar.
Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 43,11 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp14,22 triliun menjadi Rp20,35 triliun. Pertumbuhan terbesar didominasi dana simpanan berjangka, giro, dan tabungan.
Giro tumbuh 34,83 persen dari Rp5,4 triliun menjadi Rp7,3 triliun, demikian pula tabungan yang tumbuh 30,7 persen yaitu dari Rp2,5 triliun menjadi Rp3,2 triliun.
Bank DKI telah menyalurkan kredit sebesar Rp12,84 triliun hingga Juni 2012, tumbuh 37,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp9,36 triliun.
Ketua Asbanda yang juga Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah DKI Eko Budiwiyono mengatakan, penandatanganan kerja sama akan dilakukan pekan depan.
”Bank DKI dipercaya menjadi lead arranger untuk sindikasi tersebut,” ujar Eko usai rapat dengar pendapat umum bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta kemarin. Bagi Bank DKI, ini bukan kali pertama Bank DKI menyalurkan pembiayaan melalui sindikasi.
Sebelumnya kredit sindikasi dengan beberapa BPD lain pernah dilakukan. Seperti, penyaluran kredit untuk dua proyek pembangunan jalan tol Palimanan–Cikampek dan Maluku City Mall senilai Rp2,45 triliun.
Sindikasi kredit proyek jalan tol sebesar Rp2,2 triliun tersebut dikucurkan oleh BPD DKI Jakarta, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur,BPD Kalimantan Timur, BPD Kalimantan Selatan, BPD Riau dan Kepulauan Riau, serta BPD Papua.
Eko mengatakan, kerja sama sindikasi kredit ini merupakan aliansi untuk pengembangan bisnis BPD. Untuk sindikasi kredit proyek jalan tol senilai Rp12 triliun, gabungan tujuh BPD memberi kontribusi sebesar Rp2,2 triliun.
Sementara, untuk proyek Maluku City Mall senilai Rp250 miliar, sindikasi kredit diikuti oleh tiga BPD, yaitu BPD DKI Jakarta, BPD Maluku, dan BPD Papua.
Awal tahun ini Bank DKI telah mematok target sindikasi sebesar Rp2 triliun pada 2012.Target sindikasi ini meningkat 83 persen bila dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2011 yang sebesar Rp 1,2 triliun.
Sementara, hingga semester I/2012 Bank DKI membukukan laba sebelum pajak Rp252 miliar, tumbuh 20,02 persen dibandingkan Juni 2011 yang hanya Rp210 miliar.
Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 43,11 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp14,22 triliun menjadi Rp20,35 triliun. Pertumbuhan terbesar didominasi dana simpanan berjangka, giro, dan tabungan.
Giro tumbuh 34,83 persen dari Rp5,4 triliun menjadi Rp7,3 triliun, demikian pula tabungan yang tumbuh 30,7 persen yaitu dari Rp2,5 triliun menjadi Rp3,2 triliun.
Bank DKI telah menyalurkan kredit sebesar Rp12,84 triliun hingga Juni 2012, tumbuh 37,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp9,36 triliun.
(gpr)
Lihat Juga :