2030, kelas menengah di RI capai 125 juta orang
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 12:54 WIB
2030, kelas menengah di RI capai 125 juta orang
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menyebutkan kelas menengah di Indonesia pada 2030 dapat mencapai 125 juta orang. Hal ini seiring dengan mendongkraknya pertumbuhan ekonomi dalam negeri dari sisi pendapatannya. Saat ini saja kelas menengah sudah mencapai 45 juta orang.
"Bila peningkatan 5-6 persen pertahun maka dari 2011 ke 2030 akan ada 95 juta kelas menengah, paling besar 125 juta, ditambah dengan 45 jt sekarang," ujar Mahendra di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Dengan begitu, lanjutnya, peluang Indonesia menjadi negara maju akan terbuka lebar. Karena kelas menengah merupakan motor penggerak perekonomian indonesia. "Struktur demografi berbeda dengan negara maju," tegasnya.
Dalam sepuluh tahun terakhir, ketika lepas dari krisis ekonomi di tahun 1998, peran kelas ini semakin terlihat produktif. Maka dari itu, optimisme perekonomian di tengah krisis global lebih terpacu dengan sendirinya.
Dia menambahkan, pada 2011 Bank Dunia menyatakan penduduk Indonesia berpendapatan relatif besar serta memiliki keterampilan yang tinggi.
"Bank Dunia mengatakan penduduk Indonesia pendapatan kelas menengah dua hingga 20 US Dollar per hari pada tahun 2011. Usia produktif jauh lebih tinggi demographic defident 2040," pungkasnya.
"Bila peningkatan 5-6 persen pertahun maka dari 2011 ke 2030 akan ada 95 juta kelas menengah, paling besar 125 juta, ditambah dengan 45 jt sekarang," ujar Mahendra di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Dengan begitu, lanjutnya, peluang Indonesia menjadi negara maju akan terbuka lebar. Karena kelas menengah merupakan motor penggerak perekonomian indonesia. "Struktur demografi berbeda dengan negara maju," tegasnya.
Dalam sepuluh tahun terakhir, ketika lepas dari krisis ekonomi di tahun 1998, peran kelas ini semakin terlihat produktif. Maka dari itu, optimisme perekonomian di tengah krisis global lebih terpacu dengan sendirinya.
Dia menambahkan, pada 2011 Bank Dunia menyatakan penduduk Indonesia berpendapatan relatif besar serta memiliki keterampilan yang tinggi.
"Bank Dunia mengatakan penduduk Indonesia pendapatan kelas menengah dua hingga 20 US Dollar per hari pada tahun 2011. Usia produktif jauh lebih tinggi demographic defident 2040," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :