Newmont turunkan produksi emas pasca PHK Karyawan
Minggu, 07 Oktober 2012 - 11:38 WIB
Newmont turunkan produksi emas pasca PHK Karyawan
A
A
A
Sindonews.com - PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) merevisi target produksi emas tahun ini. Langkah ini dilakukan NNT setelah perusahaan melakukan PHK terhadap karyawan.
Seperti dikutip Forbes, Minggu (7/10/2012), perusahaan penggarap tambang emas terbesar kedua di dunia itu hanya menargerkan produksi sebesar 71 ribu ons di 2012 dari target sebelumnya 114 ribu ons. NNT juga telah memangkas target produksi tembaga menjadi 170,6 juta poundsterling dari sebelumnya 192 juta poundsterling.
Produksi emas dari tambang batu hijau selama semester pertama tahun ini sekira 90 juta ton tembaga dan 40 ribu ons emas. Produksi emas NNT yang lebih rendah terkait dengan rencananya mempersiapkan fase baru penambangan di Sumbawa dan juga pengolahan biji emas.
Kuartal II lalu, akibat penurunan produksi Newmont mengalami penurunan laba sehingga harga saham induknya terkoreksi tajam. Newmont dikabarkan kehilangan tak kurang dari USD1 juta per hari karena output yang rendah. Parahnya, analis memprediksi keadaan ini akan terus berlanjut sampai tahun depan.
Dengan produksi yang lebih rendah ini, Newmont berjanji akan menurunkan biaya pengolahan pertambangan, pengolahan, dan biaya-biaya lain, seperti suku cadang, stok, dan upah karyawan.
Sebagai informasi, beberapa waktu yang lalu, NNT resmi mengumumkan PHK terhadap 100 karyawan karena penurunan produksi. Predir NNT, Martiono, menyebut, langkah tersebut merupakan upaya terakhir dari perseroan untuk bisa bertahan dalam situasi yang sulit. Meski begitu, Martiono berjanji PHK dilakukan sesuai dengan undang-undang.
Seperti dikutip Forbes, Minggu (7/10/2012), perusahaan penggarap tambang emas terbesar kedua di dunia itu hanya menargerkan produksi sebesar 71 ribu ons di 2012 dari target sebelumnya 114 ribu ons. NNT juga telah memangkas target produksi tembaga menjadi 170,6 juta poundsterling dari sebelumnya 192 juta poundsterling.
Produksi emas dari tambang batu hijau selama semester pertama tahun ini sekira 90 juta ton tembaga dan 40 ribu ons emas. Produksi emas NNT yang lebih rendah terkait dengan rencananya mempersiapkan fase baru penambangan di Sumbawa dan juga pengolahan biji emas.
Kuartal II lalu, akibat penurunan produksi Newmont mengalami penurunan laba sehingga harga saham induknya terkoreksi tajam. Newmont dikabarkan kehilangan tak kurang dari USD1 juta per hari karena output yang rendah. Parahnya, analis memprediksi keadaan ini akan terus berlanjut sampai tahun depan.
Dengan produksi yang lebih rendah ini, Newmont berjanji akan menurunkan biaya pengolahan pertambangan, pengolahan, dan biaya-biaya lain, seperti suku cadang, stok, dan upah karyawan.
Sebagai informasi, beberapa waktu yang lalu, NNT resmi mengumumkan PHK terhadap 100 karyawan karena penurunan produksi. Predir NNT, Martiono, menyebut, langkah tersebut merupakan upaya terakhir dari perseroan untuk bisa bertahan dalam situasi yang sulit. Meski begitu, Martiono berjanji PHK dilakukan sesuai dengan undang-undang.
(gpr)
Lihat Juga :