BBM target 35% market passenger car

Minggu, 07 Oktober 2012 - 18:42 WIB
BBM target 35% market...
BBM target 35% market passenger car
A A A
Sindonews.com - PT Bosowa Berlian Motor selaku main dealer mobil Mitsubishi khusus di Kawasan Timur Indonesia (KTI), tahun ini berharap mampu menguasai 35 persen market share mobil jenis passenger dari total penjualan seluruh tipe mobil yang dimiliki oleh Mistubishi.

Head Operation PT Bosowa Berlian Motor (BBM) Syamsul Arifin mengatakan, harapan peningkatan market share tersebut seiring dengan kehadiran produk terbaru di kelas passenger car, yaitu Mirage yang baru diluncurkan di Makassar.

“Kami berharap penjualan Mirage mencapai 75 unit hingga 100 unit per bulan, meski pasokan yang bisa diberikan agen tunggal pemegang merek (ATPM) Mitsubishi hanya 30 unit per bulan,” terang Syamsul di sela-sela Peluncuran Mitsubishi Mirage di Makassar, Minggu (7/10/2012).

Selama ini menurutnya, penjualan passenger car di perusahaannya hanya memberi kontribusi 20 persen terhadap total penjualan. Penjualan terbesar selalu dari commercial car yang memberi kontribusi 42 persen, kemudian kendaraan kelas light commercial vehicles (LCV) 38 persen.

Pihaknya berharap, penjualan Mirage yang hadir dengan tujuh varian warna tersebut, akan menyumbang angka market share sebesar 15 persen, sehingga market share dari total penjualan passenger car akan menjadi 35 persen.

Dia juga menyebutkan hingga September 2012, pihaknya berhasil meraup penjualan diangka 4.800 unit, dari target penjualan 8.000 unit tahun ini. “Target itu bertumbuh sekitar 47 persen, dari hasil penjualan tahun lalu yang hanya mencapai 5.440 unit,” ujarnya.

Untuk mendorong angka penjualan agar mencapai target yang ditetapkan, selain menghadirkan produk baru, tahun depan pihaknya juga berencana menambah showroom baru serta melakukan pengembangan dari showroom yang telah ada. Yaitu, menghadirkan showroom di Limboto, Gorontalo dan di Baubau, Sulawesi Tenggara. Selain itu, pengembangan showroom yang ada di Jayapura. Ketiga showroom tersebut semuanya akan memiliki layanan berstandar 3S (sales, service, dan spare parts).

Dengan kehadiran dua showroom baru dan satu pengembangan showroom tersebut, total pihaknya akan memiliki 35 showroom di KTI, dan dua kantor cabang perwakilan masing-masing di Jakarta dan Surabaya.

Namun tidak hanya untuk mencapai target yang ditetapkan, tetapi pengembangan jaringan tersebut juga untuk mendongkrak kontribusi penjualan BBM terhadap nasional, yang saat ini rerata hanya 6 persen.

“Wilayah penjualan kami meliputi seluruh Sulawesi, Papua, Maluku, Maluku Utara, dan NTT. Dari total kontribusi yang 6 persen tersebut, penjualan dari Sulsel adalah yang tertinggi, mencapai 35 persen. Karena pasar Sulsel memang paling besar,” katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Automotif Mulai...
Industri Automotif Mulai Optimistis
Industri Automotif Nasional...
Industri Automotif Nasional Mulai Tumbuh
Optimisme Pasar Mobil...
Optimisme Pasar Mobil Domestik dan Ekspor Menggeliat Pada Kuartal IV
Tiga Tahun Menjabat,...
Tiga Tahun Menjabat, CEO Ford Memutuskan Undur Diri
Asa Insentif Industri...
Asa Insentif Industri Automotif di Tengah Pandemi Corona
Industri Automotif Nyatakan...
Industri Automotif Nyatakan Dukungan Kebijakan Euro 4
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
43 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
53 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Rp708 Juta per Jam,...
Rp708 Juta per Jam, Biaya Operasional F-35 Israel Sekali Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved