Industri Automotif Nasional Mulai Tumbuh
Kamis, 17 September 2020 - 09:35 WIB
loading...
Foto: dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Industri automotif nasional pada masa pandemi Covid-19, terutama bila dibandingkan kuartal II/2020 saat PSBB, memang sudah relatif alami kenaikan. Namun, masih belum sepenuhnya pulih. Dia menilai, industri automotif baru bisa pulih paling cepat pada semester II/2021.
Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menilai, industri automotif baru bisa pulih paling cepat pada semester II/2021. "Penjualan automotif memang mulai menggeliat usai anjlok pada kuartal II, namun masyarakat termasuk kelompok yang memiliki disposable income tinggi masih menunda pembeliannya," kata dia di Jakarta kemarin. (Baca: Ketika Tukang Gade Cari Utangan Buat Tambahan Modal)
Menurut dia, agar perusahaan-perusahaan automotif, termasuk para pemasoknya bisa bertahan, maka pemerintah perlu memberikan stimulus yang tepat bagi mereka. Misalnya saja dengan pemotongan tarif listrik industri, pemotongan pajak, subsidi gaji pegawai, dan lainnya.
Sementara itu, Marketing and CR Division Head AI-DSO Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, selama dua bulan terakhir yakni Juli dan Agustus 2020, penjualan Daihatsu baik ritel maupun whole sales cukup baik, setelah sebelumnya saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melemah.
Dia mengungkapkan, penjualan ritel Daihatsu pada Juli 2020 tercatat sebesar 5.890 unit dan Agustus 2020 sebesar 6.300 unit. Sementara penjualan year to date (YTD) Agustus 2020 tercatat sebesar 65.767 unit.
Hendaryadi menjelaskan, secara persentase penjualan ritel selama Juli–Agustus 2020 meningkat 7% lebih tinggi dari kenaikan pasar secara keseluruhan yang hanya sebesar 5,2%. Adapun penjualan year to date (YTD) Agustus 2020 dibandingkan Agustus 2019, untuk ritel turun 42,6%, namun masih lebih baik daripada penurunan pasar secara total yakni 46,2%. (Baca juga: Cara Sederhana untuk Cegah Kanker Payudara)
Berdasarkan data Gabungan Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah, penjualan whole sale Daihatsu pada Juli 2020 tercatat 1.553 unit dan Agustus 2020 meningkat drastis menjadi 6.651 unit. Sementara penjualan whole sale YTD Agustus 2020 tercatat 57.978 unit.
Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menilai, industri automotif baru bisa pulih paling cepat pada semester II/2021. "Penjualan automotif memang mulai menggeliat usai anjlok pada kuartal II, namun masyarakat termasuk kelompok yang memiliki disposable income tinggi masih menunda pembeliannya," kata dia di Jakarta kemarin. (Baca: Ketika Tukang Gade Cari Utangan Buat Tambahan Modal)
Menurut dia, agar perusahaan-perusahaan automotif, termasuk para pemasoknya bisa bertahan, maka pemerintah perlu memberikan stimulus yang tepat bagi mereka. Misalnya saja dengan pemotongan tarif listrik industri, pemotongan pajak, subsidi gaji pegawai, dan lainnya.
Sementara itu, Marketing and CR Division Head AI-DSO Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, selama dua bulan terakhir yakni Juli dan Agustus 2020, penjualan Daihatsu baik ritel maupun whole sales cukup baik, setelah sebelumnya saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melemah.
Dia mengungkapkan, penjualan ritel Daihatsu pada Juli 2020 tercatat sebesar 5.890 unit dan Agustus 2020 sebesar 6.300 unit. Sementara penjualan year to date (YTD) Agustus 2020 tercatat sebesar 65.767 unit.
Hendaryadi menjelaskan, secara persentase penjualan ritel selama Juli–Agustus 2020 meningkat 7% lebih tinggi dari kenaikan pasar secara keseluruhan yang hanya sebesar 5,2%. Adapun penjualan year to date (YTD) Agustus 2020 dibandingkan Agustus 2019, untuk ritel turun 42,6%, namun masih lebih baik daripada penurunan pasar secara total yakni 46,2%. (Baca juga: Cara Sederhana untuk Cegah Kanker Payudara)
Berdasarkan data Gabungan Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah, penjualan whole sale Daihatsu pada Juli 2020 tercatat 1.553 unit dan Agustus 2020 meningkat drastis menjadi 6.651 unit. Sementara penjualan whole sale YTD Agustus 2020 tercatat 57.978 unit.
Lihat Juga :