Industri Automotif Nasional Mulai Tumbuh

loading...
Industri Automotif Nasional Mulai Tumbuh
Foto: dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Industri automotif nasional pada masa pandemi Covid-19, terutama bila dibandingkan kuartal II/2020 saat PSBB, memang sudah relatif alami kenaikan. Namun, masih belum sepenuhnya pulih. Dia menilai, industri automotif baru bisa pulih paling cepat pada semester II/2021.

Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menilai, industri automotif baru bisa pulih paling cepat pada semester II/2021. "Penjualan automotif memang mulai menggeliat usai anjlok pada kuartal II, namun masyarakat termasuk kelompok yang memiliki disposable income tinggi masih menunda pembeliannya," kata dia di Jakarta kemarin. (Baca: Ketika Tukang Gade Cari Utangan Buat Tambahan Modal)

Menurut dia, agar perusahaan-perusahaan automotif, termasuk para pemasoknya bisa bertahan, maka pemerintah perlu memberikan stimulus yang tepat bagi mereka. Misalnya saja dengan pemotongan tarif listrik industri, pemotongan pajak, subsidi gaji pegawai, dan lainnya.

Sementara itu, Marketing and CR Division Head AI-DSO Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, selama dua bulan terakhir yakni Juli dan Agustus 2020, penjualan Daihatsu baik ritel maupun whole sales cukup baik, setelah sebelumnya saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melemah.



Dia mengungkapkan, penjualan ritel Daihatsu pada Juli 2020 tercatat sebesar 5.890 unit dan Agustus 2020 sebesar 6.300 unit. Sementara penjualan year to date (YTD) Agustus 2020 tercatat sebesar 65.767 unit.

Hendaryadi menjelaskan, secara persentase penjualan ritel selama Juli–Agustus 2020 meningkat 7% lebih tinggi dari kenaikan pasar secara keseluruhan yang hanya sebesar 5,2%. Adapun penjualan year to date (YTD) Agustus 2020 dibandingkan Agustus 2019, untuk ritel turun 42,6%, namun masih lebih baik daripada penurunan pasar secara total yakni 46,2%. (Baca juga: Cara Sederhana untuk Cegah Kanker Payudara)

Berdasarkan data Gabungan Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah, penjualan whole sale Daihatsu pada Juli 2020 tercatat 1.553 unit dan Agustus 2020 meningkat drastis menjadi 6.651 unit. Sementara penjualan whole sale YTD Agustus 2020 tercatat 57.978 unit.



Secara persentase, ujar Hendaryadi, penjualan whole sale Daihatsu untuk Juli dan Agustus 2020 meningkat 328,3% jauh di atas kenaikan pasar secara total yang hanya sebesar 47,5%. Sementara penjualan whole sale Daihatsu untuk YTD Agustus 2020 dibandingkan Agustus 2019 tercatat melemah 49,8%. Namun, angka ini masih lebih baik dibanding penurunan pasar yang mencapai 51,1%.

Sementara itu, menurut data Gaikindo, secara nasional hingga akhir Agustus 2020, Daihatsu masih tetap bertahan di posisi kedua, baik di penjualan ritel maupun whole sales di bawah Toyota yang menempati posisi teratas.

Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Supranoto menambahkan, Daihatsu menerapkan standar baru penyerahan mobil kepada konsumen dengan menyemprotkan disinfektan dan memberikan satu botol disinfektan kepada pembeli mobil baru. Langkah ini ditempuh sebagai upaya Daihatsu mencegah persebaran Covid-19 ke semua pembeli mobil baru Daihatsu di seluruh Indonesia. Ini bentuk komitmen Daihatsu kepada para customer. (Lihat videonya: Marion Jola Bikin Heboh karena Bra, Gisella Menyesal Bercerai)

Menurut dia, standar baru di bagian penjualan ini berlaku di semua outlet Astra Daihatsu dan dealer di seluruh Indonesia. “Dengan cara ini diharapkan kenyamanan konsumen dapat tetap terjaga dan tak perlu waswas,” katanya.

Dia menjelaskan, penyemprotan disinfektan di bagian-bagian mobil yang sering disentuh ini akan dilakukan petugas di depan konsumen, sebelum mobil tersebut diserahkan kepada pemiliknya. Selain itu, konsumen juga akan mendapatkan satu botol disinfektan yang bisa digunakan oleh konsumen jika diperlukan. (Hatim Varabi)
(ysw)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top