Apindo tolak penghapusan outsourcing

Senin, 08 Oktober 2012 - 15:49 WIB
Apindo tolak penghapusan...
Apindo tolak penghapusan outsourcing
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menolak pembubaran outsourcing yang diinginkan kalangan buruh. Namun, pemerintah harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan outsourcing nakal.

Ketua Apindo Sofyan Wanandi mengatakan, tenaga kerja outsourcing tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara maju, seperti Amerika tenaga kerja juga banyak yang ditangani perusahaan outsourcing.

"Bedanya kalau di luar negeri pengawasan outsourcing sangat ketat. Beda dengan di Indonesia, banyak perusahaan outsourcing nakal tapi tidak ditindak tegas," ujar Sofyan saat menghadiri perluasan areal produksi spare part mobil PT Pakarti Riken Indonesia di Gedangan, Sidoarjo, Senin (8/10/2012).

Untuk menyelesaikan tuntutan buruh yang demo besar-besaran menuntut penghapusan outsourcing beberapa waktu lalu, Apindo melalui dewan pengupahan akan bertemu dengan perwakilan buruh. Dalam pertemuan itu akan mencari titik temu terkait tenaga kerja outsourcing.

Selain itu, lanjut Sofyan Wanandi, Dewan Pengupahan akan membahas kenaikan gaji buruh. "Dewan Pengupahan juga akan membicarakan kenaikan gaji buruh. Kami berharap dalam bulan ini sudah ada kejelasan atas kenaikan gaji itu," ujar pria pengusaha yang juga pemilik saham PT Pakarti Riken Indonesia itu.

Alasan Apindo tak sependapat jika outsourcing dihapus, lanjut Sofyan Wanandi, karena selama ini banyak perusahaan outsourcing yang sudah menaati aturan. Seperti, sudah memberikan hak-hak buruh mendapat jamsostek dan hak-hak lainnya.

Perusahaan outsourcing jumlahnya ribuan. Jika dihapus, tentu akan mematikan mereka. "Yang kita tuntut dari pemerintah adalah pengawasan terhadap perusahaan outsourcing. Jika ada perusahaan outsourcing nakal harus ditindak tegas," tandas Sofyan Wanandi.

Pengawasan perusahaan outsourcing tidak hanya terpaku pada Departemen Tenga Kerja. Namun, dari pemerintah daerah, Provinisi dan kabupaten harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan outsourcing. Termasuk memberi sanksi tegas terhadap perusahaan outsourcing yang melanggar aturan.

Dalam peresmian perluasan areal produksi PT Pakarti Riken Indonesia itu juga dihadiri oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Dengan perluasan areal produksi itu, targetnya dalam sebulan bisa memproduksi spare part mobil dan lainnya hingga 5.000 ton.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, dengan berkembangnya perusahaan yang berada di Sidoarjo diharapkan bisa menyerap tenaga kerja. Bupati berharap agar perusahaan mengutamakan merekrut tenaga kerja asli Sidoarjo. "Nah PT Pakarti harus mendahulukan pekerja lokal," tegasnya.

Sedangkan di Sidoarjo, lanjut Saiful Ilah, saat ini ada sekitar 1.600 perusahaan menengah keatas dan 14.000 UMKM (Usaha Mengengah Kecil Mikro). Sehingga, perusahaan besar harus bisa bermitra dengan UMKM.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berkarya Sambil Bekerja,...
Berkarya Sambil Bekerja, Satpam PKSS Raih Rekor MURI
Outsourcing Kini Dibatasi,...
Outsourcing Kini Dibatasi, Ini Daftar Profesi yang Diizinkan
GDPS Tekankan Outsourcing...
GDPS Tekankan Outsourcing Wadah untuk Berkembang
Datangi DLH, Puluhan...
Datangi DLH, Puluhan Outsourcing Ungkap Permainan Pemkot Blitar
Pendorong Industri BPO...
Pendorong Industri BPO di 2022, Ada E-commerce hingga Keuangan Digital
12 Ribu Honorer Pemprov...
12 Ribu Honorer Pemprov Sulsel Jalani Tes, Siap-siap Dialihkan Jadi Outsourcing
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
8 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
10 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
14 jam yang lalu
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved