Jepang pangkas produksi mobil di China
Selasa, 09 Oktober 2012 - 09:35 WIB
Jepang pangkas produksi mobil di China
A
A
A
Sindonews.com - Tiga produsen mobil Jepang yakni Toyota Motor Corp, Nissan Motor Co, dan Honda Motor Co akan memangkas setengah produksi kendaraannya di China. Langkah tersebut dipicu makin meruncingnya sengketa kepulauan antara dua negara ekonomi terbesar di Asia.
Harian bisnis Nikkei melaporkan, akibat sengketa wilayah serta adanya pemboikotan produk asal Negeri Sakura di seluruh China pada September lalu, penjualan mobil Jepang mengalami penurunan. Meski begitu, ketiga produsen automotif tersebut telah melanjutkan kembali produksinya pada tingkat setengah normal mulai kemarin. Para karyawan kembali bekerja setelah liburan selama Hari Nasional China.
“Nissan akan menghentikan sementara jadwal sif malam dan hanya mengoperasikan pabriknya di siang hari, sementara Toyota dan Honda akan mengurangi jam operasional serta menjalankan lini produksi pada kecepatan lebih lambat,” ujar Nikkei seperti dilansir AFP kemarin.
Nikkei menambahkan, jika produksi terus-menerus dipangkas selama sebulan,maka pengurangan produksi mobil masing-masing dari tiga perusahaan akan mencapai 30.000–40.000 unit kendaraan. Menanggapi kabar tersebut, juru bicara Nissan menolak memberikan konfirmasi.
Di China Nissan mengoperasikan dua pabrik yakni di Huadu dan Zhengzhou yang masingmasing memiliki dua line produksi. Sementara, juru bicara Honda mengatakan, pihaknya tengah memeriksa laporan mengenai pengurangan produksi.
Sedangkan, juru bicara Toyota mengungkapkan, pabrik mereka di China telah beroperasi lagi seperti yang direncanakan, dan produksi telah dilanjutkan kembali berdasarkan permintaan pasar. Pada saat yang sama eksekutif senior Toyota menuturkan, penjualan mobil di China mengalami penurunan sebesar 40% pada September lalu menjadi hanya 50.000 mobil.
Sekadar informasi, sengketa pembelian pulau tidak berpenghuni yang disebut Senkaku oleh Jepang dan pulau Diaoyu oleh China sangat berpengaruh terhadap sektor perdagangan kedua negara. Pabrik-pabrik asal Jepang dan bisnis di seluruh China sebelumnya juga ditutup yang berimbas pada pengurangan jam operasional akibat kekhawatiran menjadi sasaran kemarahan masyarakat Negeri Panda.
Lebih lanjut Nikkei menyatakan, produsen mobil Jepang berencana terus memantau dampak dari protes terhadap penjualannya.Namun, Nikkei tidak mengonfirmasi berapa lama penurunan produksi akan berlangsung.
Di bagian lain, Reuters melaporkan, produsen mobil Mazda Corp menyatakan,telah menghentikan produksi selama dua hari pada akhir September lalu, sebelum yang diikuti penutupan pabrik selama musim liburan.
Namun, Mazda, pabrik produsen nomor tiga terbesar di Jepang, telah kembali beroperasi. Senada dengan Mazda,juru bicara Suzuki Motor Corp menyatakan, produksi kendaraannya telah kembali normal seperti sebelum liburan.
Harian bisnis Nikkei melaporkan, akibat sengketa wilayah serta adanya pemboikotan produk asal Negeri Sakura di seluruh China pada September lalu, penjualan mobil Jepang mengalami penurunan. Meski begitu, ketiga produsen automotif tersebut telah melanjutkan kembali produksinya pada tingkat setengah normal mulai kemarin. Para karyawan kembali bekerja setelah liburan selama Hari Nasional China.
“Nissan akan menghentikan sementara jadwal sif malam dan hanya mengoperasikan pabriknya di siang hari, sementara Toyota dan Honda akan mengurangi jam operasional serta menjalankan lini produksi pada kecepatan lebih lambat,” ujar Nikkei seperti dilansir AFP kemarin.
Nikkei menambahkan, jika produksi terus-menerus dipangkas selama sebulan,maka pengurangan produksi mobil masing-masing dari tiga perusahaan akan mencapai 30.000–40.000 unit kendaraan. Menanggapi kabar tersebut, juru bicara Nissan menolak memberikan konfirmasi.
Di China Nissan mengoperasikan dua pabrik yakni di Huadu dan Zhengzhou yang masingmasing memiliki dua line produksi. Sementara, juru bicara Honda mengatakan, pihaknya tengah memeriksa laporan mengenai pengurangan produksi.
Sedangkan, juru bicara Toyota mengungkapkan, pabrik mereka di China telah beroperasi lagi seperti yang direncanakan, dan produksi telah dilanjutkan kembali berdasarkan permintaan pasar. Pada saat yang sama eksekutif senior Toyota menuturkan, penjualan mobil di China mengalami penurunan sebesar 40% pada September lalu menjadi hanya 50.000 mobil.
Sekadar informasi, sengketa pembelian pulau tidak berpenghuni yang disebut Senkaku oleh Jepang dan pulau Diaoyu oleh China sangat berpengaruh terhadap sektor perdagangan kedua negara. Pabrik-pabrik asal Jepang dan bisnis di seluruh China sebelumnya juga ditutup yang berimbas pada pengurangan jam operasional akibat kekhawatiran menjadi sasaran kemarahan masyarakat Negeri Panda.
Lebih lanjut Nikkei menyatakan, produsen mobil Jepang berencana terus memantau dampak dari protes terhadap penjualannya.Namun, Nikkei tidak mengonfirmasi berapa lama penurunan produksi akan berlangsung.
Di bagian lain, Reuters melaporkan, produsen mobil Mazda Corp menyatakan,telah menghentikan produksi selama dua hari pada akhir September lalu, sebelum yang diikuti penutupan pabrik selama musim liburan.
Namun, Mazda, pabrik produsen nomor tiga terbesar di Jepang, telah kembali beroperasi. Senada dengan Mazda,juru bicara Suzuki Motor Corp menyatakan, produksi kendaraannya telah kembali normal seperti sebelum liburan.
(gpr)