RI-Malaysia berebut pasar CPO di kawasan Afrika
Selasa, 09 Oktober 2012 - 14:01 WIB
RI-Malaysia berebut pasar CPO di kawasan Afrika
A
A
A
Sindonews.com - Untuk menutupi pelemahan pasar-pasar utama ekspor Indonesia, saat ini Indonesia tengah menjajaki peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dengan sejumlah negara di Afrika.
Sebab, walaupun volume dan nilai ekspor ke negara-negara Afrika masih kecil, namun prospeknya besar. Salah satu komoditas utama Indonesia ke kawasan Afrika adalah minyak sawit (crude palm oil/CPO).
Wakil Ketua Tetap Bidang Kerjasama Perdagangan Internasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Mintardjo Halim mengungkapkan, beberapa perusahaan Indonesia bahkan telah membuka perkebunan sawit di negara-negara Afrika.
“Wilmar misalnya, sudah buka kebun di Nigeria,” kata Mintardjo Halim di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Namun Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang meningkatkan perdagangan dan investasi kelapa sawit di Afrika. Malaysia, negara tetangga serumpun Indonesia pun melakukan hal serupa. Kini Indonesia tengah bersaing ketat dengan Malaysia dalam menguasai perdagangan sawit di kawasan Afrika.
Menyikapi persaingan dengan Malaysia ini, Mintardjo Halim menyatakan Indonesia tidak akan kalah dari Malaysia asalkan dapat menerapkan strategi pasar dengan baik.
“Kita harus lihat strategi, di sana yang produksi kan hanya kita dan Malaysia. Kita harus tahu strategi yang dipakai Malaysia, lalu kita bisa manfaatkan,” ujarnya menutup wawancara.
Sebab, walaupun volume dan nilai ekspor ke negara-negara Afrika masih kecil, namun prospeknya besar. Salah satu komoditas utama Indonesia ke kawasan Afrika adalah minyak sawit (crude palm oil/CPO).
Wakil Ketua Tetap Bidang Kerjasama Perdagangan Internasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Mintardjo Halim mengungkapkan, beberapa perusahaan Indonesia bahkan telah membuka perkebunan sawit di negara-negara Afrika.
“Wilmar misalnya, sudah buka kebun di Nigeria,” kata Mintardjo Halim di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Namun Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang meningkatkan perdagangan dan investasi kelapa sawit di Afrika. Malaysia, negara tetangga serumpun Indonesia pun melakukan hal serupa. Kini Indonesia tengah bersaing ketat dengan Malaysia dalam menguasai perdagangan sawit di kawasan Afrika.
Menyikapi persaingan dengan Malaysia ini, Mintardjo Halim menyatakan Indonesia tidak akan kalah dari Malaysia asalkan dapat menerapkan strategi pasar dengan baik.
“Kita harus lihat strategi, di sana yang produksi kan hanya kita dan Malaysia. Kita harus tahu strategi yang dipakai Malaysia, lalu kita bisa manfaatkan,” ujarnya menutup wawancara.
(gpr)
Lihat Juga :