Jaga harga, lokasi lahan di Kalimantan dirahasiakan
Rabu, 10 Oktober 2012 - 15:18 WIB
Jaga harga, lokasi lahan di Kalimantan dirahasiakan
A
A
A
Sindonews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II akan membuka lahan baru seluas 15 ribu hektar di Kalimantan. Perluasan lahan tersebut ditujukan untuk memperluas kebun tebu dan sawit.
"Kita lagi cari lahan baru di Kalimantan 15 ribu hektar," ujar Direktur Keuangan PTPN II, Naif Ali Dahbul, saat ditemui di acara Rakor BUMN di Yogyakarta, Rabu (10/10/2012).
Namun, ketika ditanya lokasinya, Naif belum bisa menyebutkan secara detil. "Detail lokasinya nanti saja lah itu," terang Naif.
Menurut Naif, mengapa lokasinya belum dijelaskan secara rinci yakni guna menghindari harga tanah tidak melambung tinggi saat di beli PTPN II.
"Ini baru survei-survei dulu butuh waktu tiga sampai enam bulan. Kalau lokasi dikasih tau sekarang, harga tanah disana langsung naik," tutur Naif.
Mengenai investasi untuk perluasan lahan. dan pabrik tersebut, PTPN II akan mengucurkan dana sebesar Rp1,5 triliun. "Impactnya baru terasa dua tahun lagi, investasi Rp1,5 triliun untuk bangun pabrik dan lahan. Dananya nanti kita akan pinjam perbankan," jelasnya.
"Kita lagi cari lahan baru di Kalimantan 15 ribu hektar," ujar Direktur Keuangan PTPN II, Naif Ali Dahbul, saat ditemui di acara Rakor BUMN di Yogyakarta, Rabu (10/10/2012).
Namun, ketika ditanya lokasinya, Naif belum bisa menyebutkan secara detil. "Detail lokasinya nanti saja lah itu," terang Naif.
Menurut Naif, mengapa lokasinya belum dijelaskan secara rinci yakni guna menghindari harga tanah tidak melambung tinggi saat di beli PTPN II.
"Ini baru survei-survei dulu butuh waktu tiga sampai enam bulan. Kalau lokasi dikasih tau sekarang, harga tanah disana langsung naik," tutur Naif.
Mengenai investasi untuk perluasan lahan. dan pabrik tersebut, PTPN II akan mengucurkan dana sebesar Rp1,5 triliun. "Impactnya baru terasa dua tahun lagi, investasi Rp1,5 triliun untuk bangun pabrik dan lahan. Dananya nanti kita akan pinjam perbankan," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :