Transaksi mata uang Renminbi terus meningkat

Rabu, 10 Oktober 2012 - 16:12 WIB
Transaksi mata uang...
Transaksi mata uang Renminbi terus meningkat
A A A
Sindonews.com - Regional Head of Global Trade and Receivables Finance HSBC Asia Pacific, Simon Constantinides memprediksi Renminbi (RMB), mata uang China, akan menjadi salah satu mata uang terbesar di dunia setelah US Dollar (USD) dan Euro. Oleh karena itu, Indonesia perlu memulai penggunaan RMB dalam perdagangan antar negara, terutama dengan China.

"Dalam 3-5 tahun kedepan, RMB akan menjadi top 3 mata uang setelah USD dan Euro," kata Simon Constantinides di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Simon menjelaskan, penggunaan RMB tengah meningkat. Sekitar 10 persen transaksi perdagangan luar negeri China pada kuartal pertama dan kedua 2012 telah menggunakan RMB.

Lebih lanjut Simon menyarankan kepada para pengusaha ekspor-impor yang berhubungan dengan China untuk mulai mengganti mata uang yang digunakan dalam transaksi dari USD menjadi RMB. "Indonesia harus siap 5-6 tahun kedepan, sekarang penggunaan RMB makin meningkat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Head of Global Trade and Receivables Finance HSBC Indonesia, Nirmala Salli menyebutkan, penggunaan RMB dalam transaksi dengan China di Indonesia masih minim karena para eksportir maupun importir masih khawatir RMB akan jatuh nilainya akibat perlambatan ekonomi China. Tetapi pihaknya menekankan RMB tidak akan jatuh sebab kondisi ekonomi China masih kuat.

Penggunaan RMB dalam perdagangan internasional pun saat ini masih memerlukan berbagai persiapan mulai dari sosialisasi, edukasi, dan seterusnya. "Perlu persiapan untuk hal ini, Indonesia harus siap," tandas Simon.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Ekspor Impor Lesu, Ekonomi...
Ekspor Impor Lesu, Ekonomi China Terancam Gagal Tumbuh 5%
China Percantik Data...
China Percantik Data Ekspor, Kredibilitas Dipertanyakan
Data Suram Ekonomi China:...
Data Suram Ekonomi China: Ekspor Anjlok 14,5% dan Impor Merosot Tembus 12 Persen
Lampaui Target, Ekonomi...
Lampaui Target, Ekonomi China Berhasil Tumbuh 5,2% di 2023
Ekonomi China Masih...
Ekonomi China Masih Rapuh Meski Perdagangan Surplus Rp884 Triliun
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
8 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
9 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
9 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved