SBY dorong BUMN jadi lokomotif ekonomi nasional
Rabu, 10 Oktober 2012 - 18:36 WIB
SBY dorong BUMN jadi lokomotif ekonomi nasional
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan apresiasi atas keberhasilan BUMN yang ikut andil dalam pertumbuhan ekonomi di negara ini. Pasalnya, di saat bangsa lain sedang terkena krisis ekonomi, Indonesia tetap tumbuh.
Tidak kalah penting adalah bagimana mengentaskan kemiskinan. Presiden meminta BUMN untuk mengaktualisasikan tema pada pertemuan kali ini, yakni menjadi BUMN yang efisien, bersih dan menjadi lokomotif pertumbuhan.
BUMN dinilai harus terus berbenah untuk menjadi lokomotif nasional. Sebab dari perhitungan ulang yang dilakukan International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan Indonesia hanya 3,3 persen, dari sebelumnya 3,6 persen.
“Prioritas adalah mengurangi kemiskinan karena prosentase antara 20 sampai 30 persen masih cukup tinggi,” kata presiden SBY pada pertemuan dengan direksi dan komisaris BUMN di Sahid Rich Hotel Yogyakarta, Rabu (10/10/2012).
SBY optimistis, kemiskinan ini akan berkurang dengan sendirinya, manakala ekonomi tumbuh dibarengi dengan menjaga lingkungan dan berkelanjutan. Ekonomi yang tumbuh akan menciptakan lapangan kerja.
”BUMN saya dorong menjadi yang terdepan untuk melakukan investasi menuju ketahanan pangan, energi dan transportasi yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Untuk itu, BUMN harus bekerja sama dengan swasta dan masyarakat. SBY juga siap mengeluarkan Peraturan Pemrintah (PP) untuk mendukung perbaikan sistem di BUMN.
Tidak kalah penting adalah bagimana mengentaskan kemiskinan. Presiden meminta BUMN untuk mengaktualisasikan tema pada pertemuan kali ini, yakni menjadi BUMN yang efisien, bersih dan menjadi lokomotif pertumbuhan.
BUMN dinilai harus terus berbenah untuk menjadi lokomotif nasional. Sebab dari perhitungan ulang yang dilakukan International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan Indonesia hanya 3,3 persen, dari sebelumnya 3,6 persen.
“Prioritas adalah mengurangi kemiskinan karena prosentase antara 20 sampai 30 persen masih cukup tinggi,” kata presiden SBY pada pertemuan dengan direksi dan komisaris BUMN di Sahid Rich Hotel Yogyakarta, Rabu (10/10/2012).
SBY optimistis, kemiskinan ini akan berkurang dengan sendirinya, manakala ekonomi tumbuh dibarengi dengan menjaga lingkungan dan berkelanjutan. Ekonomi yang tumbuh akan menciptakan lapangan kerja.
”BUMN saya dorong menjadi yang terdepan untuk melakukan investasi menuju ketahanan pangan, energi dan transportasi yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Untuk itu, BUMN harus bekerja sama dengan swasta dan masyarakat. SBY juga siap mengeluarkan Peraturan Pemrintah (PP) untuk mendukung perbaikan sistem di BUMN.
(rna)
Lihat Juga :