Kredit UMKM capai Rp513 T
Kamis, 11 Oktober 2012 - 10:33 WIB
Kredit UMKM capai Rp513 T
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mencatat total outstanding penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Rp513 triliun per Agustus 2012 atau tumbuh 14 persen dibandingkan periode Agustus 2011.
“Pengategorian kredit UMKM yang pertumbuhannya sudah mencapai 14 persen ini sudah disesuaikan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang hanya mengategorikan jenis kredit UMKM sebagai kredit yang sifatnya produktif,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Kredit, BPR, dan UMKM BI Zainal Abidin di Jakarta kemarin.
Dari data kredit UMKM yang dicatat BI sebesar Rp111 triliun atau 21,6 persen dikucurkan perbankan ke segmen usaha mikro, Rp161 triliun atau 31,4 persen ke segmen usaha kecil,dan Rp241 triliun atau 47 persen ke segmen usaha menengah.
Dari sisi sektoral, mayoritas kredit UMKM masih disalurkan ke sektor perdagangan yaitu sebesar 46,9 persen, 11 persen ke sektor industri pengolahan, 7,3 persen ke sektorpertanian, perburuan dan kehutanan (termasuk perkebunan), dan sisanya 6 persen ke sektor konstruksi.
Zainal menjelaskan, adanya perbaikan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/ NPL) gross kredit UMKM yaitu menjadi 4 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 4,7 persen.
Total rekening kredit debitur UMKM ini, lanjut dia, diberikan melalui 9 juta rekening dengan rekening terbanyak di segmen usaha mikro sebanyak 7,5 juta, usaha kecil 1,3 juta, dan usaha menengah 0,3 juta rekening.
Menurut Zainal jumlah rekening tersebut masih jauh lebih kecil jika dibandingkan pengusaha UMKM di Indonesia yang mencapai 51 juta orang. ”Artinya, masih banyak pengusaha UMKM yang belum tergarap oleh perbankan nasional,” ungkapnya.
Meski tetap tumbuh,Zainal menilai pertumbuhan kredit UMKM ini masih di bawah pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 26 persen hingga Agustus 2012, atau jika dilihat persentasenya masih sekitar 20 persen jika dibandingkan total kredit perbankan.
Untuk semakin meningkatkan akses, kata Zainal, BI terus berupaya menyelesaikan program pemeringkatan (rating) UMKM. Rating ini diharapkan akan lebih memudahkan perbankan dalam menyalurkan kredit karena telah mengetahui profil risiko calon debitur.
Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali mengatakan, hingga Juni 2012 kredit mikro BRI mencapai outstanding sebesar Rp96,6 triliun atau tumbuh (yoy) 15 persen, dengan NPL tetap terjaga di level 1,36 persen. Sedangkan, total kredit UMKM pada Juni 2012 mencapai Rp231,4 triliun atau sekitar 76 persen dari total kredit BRI.
Untuk menjaga pertumbuhan yang sustainable, kata Ali, BRI terus melakukan penambahan jaringan kantor khususnya BRI Unit & Teras yang pada posisi Juni 2012 BRI telah memiliki 4.876 BRI Unit & 1.621 Teras. Setiap tahun BRI akan membuka minimal 100 BRI Unit dan 500 Teras BRI. ”Data September sudah ada tapi belum bisa dipublikasikan karena regulasi Bapepam,” ujarnya.
“Pengategorian kredit UMKM yang pertumbuhannya sudah mencapai 14 persen ini sudah disesuaikan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang hanya mengategorikan jenis kredit UMKM sebagai kredit yang sifatnya produktif,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Kredit, BPR, dan UMKM BI Zainal Abidin di Jakarta kemarin.
Dari data kredit UMKM yang dicatat BI sebesar Rp111 triliun atau 21,6 persen dikucurkan perbankan ke segmen usaha mikro, Rp161 triliun atau 31,4 persen ke segmen usaha kecil,dan Rp241 triliun atau 47 persen ke segmen usaha menengah.
Dari sisi sektoral, mayoritas kredit UMKM masih disalurkan ke sektor perdagangan yaitu sebesar 46,9 persen, 11 persen ke sektor industri pengolahan, 7,3 persen ke sektorpertanian, perburuan dan kehutanan (termasuk perkebunan), dan sisanya 6 persen ke sektor konstruksi.
Zainal menjelaskan, adanya perbaikan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/ NPL) gross kredit UMKM yaitu menjadi 4 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 4,7 persen.
Total rekening kredit debitur UMKM ini, lanjut dia, diberikan melalui 9 juta rekening dengan rekening terbanyak di segmen usaha mikro sebanyak 7,5 juta, usaha kecil 1,3 juta, dan usaha menengah 0,3 juta rekening.
Menurut Zainal jumlah rekening tersebut masih jauh lebih kecil jika dibandingkan pengusaha UMKM di Indonesia yang mencapai 51 juta orang. ”Artinya, masih banyak pengusaha UMKM yang belum tergarap oleh perbankan nasional,” ungkapnya.
Meski tetap tumbuh,Zainal menilai pertumbuhan kredit UMKM ini masih di bawah pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 26 persen hingga Agustus 2012, atau jika dilihat persentasenya masih sekitar 20 persen jika dibandingkan total kredit perbankan.
Untuk semakin meningkatkan akses, kata Zainal, BI terus berupaya menyelesaikan program pemeringkatan (rating) UMKM. Rating ini diharapkan akan lebih memudahkan perbankan dalam menyalurkan kredit karena telah mengetahui profil risiko calon debitur.
Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali mengatakan, hingga Juni 2012 kredit mikro BRI mencapai outstanding sebesar Rp96,6 triliun atau tumbuh (yoy) 15 persen, dengan NPL tetap terjaga di level 1,36 persen. Sedangkan, total kredit UMKM pada Juni 2012 mencapai Rp231,4 triliun atau sekitar 76 persen dari total kredit BRI.
Untuk menjaga pertumbuhan yang sustainable, kata Ali, BRI terus melakukan penambahan jaringan kantor khususnya BRI Unit & Teras yang pada posisi Juni 2012 BRI telah memiliki 4.876 BRI Unit & 1.621 Teras. Setiap tahun BRI akan membuka minimal 100 BRI Unit dan 500 Teras BRI. ”Data September sudah ada tapi belum bisa dipublikasikan karena regulasi Bapepam,” ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :