Soal CPO, Malaysia picu konflik dengan RI

Sabtu, 13 Oktober 2012 - 10:19 WIB
Soal CPO, Malaysia picu...
Soal CPO, Malaysia picu konflik dengan RI
A A A
Sindonews.com - Konflik antara Indonesia dan Malaysia kembali terjadi, kali ini pemicunya adalah pembatalan kesepakatan kuota penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) secara sepihak oleh Malaysia kemarin sore, Jumat (12/102012).

Pembatalan kesepakatan ini dilakukan pada saat harga CPO sedang menurun, sehingga Indonesia sangat dirugikan oleh keputusan Malaysia tersebut.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku sangat kaget dan menyesalkan keputusan pemerintah Malaysia yang dinilai telah melanggar kesepakatan.

"Kita sangat surprise dengan keputusan pemerintah Malaysia, Malaysia baru tadi sore mengeluarkan kebijakan mengubah pajak ekspor sawitnya," tutur Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin malam (12/10/2012).

Akibat keputusan sepihak Malaysia ini, suplai CPO menjadi tidak terkendali sehingga harga CPO pun menurun di pasaran dunia.

"Apa yang diputuskan Malaysia akan menambah pasokan ke pasar dunia, kuotanya akan dihilangkan, padahal sekarang kita sedang menghadapi harga yang jatuh, tadi saja sudah mulai terlihat menurun," jelas Bayu.

Jatuhnya harga CPO karena penghapusan restriksi oleh Malaysia ini yang merugikan kepentingan Indonesia. Padahal, menurut pengakuan Wamendag, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tbersama Menteri Pertanian Suswono dalam kunjungan PM Malaysia tersebut ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Pihaknya berjanji akan segera meminta klarifikasi dari pemerintah Malaysia. Bila tidak ada penyelesaian yang memuaskan, pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan untuk membuat kebijakan tandingan. "Kita lihat saja nanti, kita akan ambil langkah," tegas Bayu.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
8 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
9 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
9 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
9 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
10 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved