Indonesia bidik pasar kawasan Australia
Minggu, 14 Oktober 2012 - 12:45 WIB
Indonesia bidik pasar kawasan Australia
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, yang baru saja menyelesaikan kunjungan singkatnya ke Selandia Baru pada 11 Oktober 2012 dan Australia tanggal 12 Oktober 2012 menyatakan, Australia dan Selandia Baru semakin perhatian terhadap Indonesia. Tentunya kesempatan ini harus disambut baik Indonesia sebagai peluang untuk memperluas pasarnya di negara-negara kawasan Australia tersebut.
“Kedua negara ini memberikan perhatian yang semakin besar kepada Indonesia, bukan saja karena kita adalah tetangga Asia yang terdekat bagi mereka, tetapi juga karena pertumbuhan ekonomi dan demografi Indonesia yang sangat menjanjikan,” ujar Gita dalam rilisnya, Jakarta, Minggu (14/10/2012).
Dia mengatakan, Indonesia berpeluang untuk memperluas investasi di Australia dan Selandia Baru pada beberapa sektor tertentu seperti peternakan sapi, pengolahan susu, otomotif dan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Selain itu, pangsa pasar sektor jasa kedua negara tersebut juga sangat terbuka bagi Indonesia.
“Indonesia juga dapat membidik pasar jasa di Australia dan Selandia Baru seperti telekomunikasi, angkutan udara, manufaktur serta tenaga kerja di sektor pertanian,” imbuhnya.
Seperti diketahui, ekspor Indonesia ke Australia selama kurun waktu 2006-2010 meningkat 8,47 persen. Ada tiga produk ekspor yang mengalami kenaikan cukup tinggi di tahun 2010, yaitu emas (termasuk plat emas dengan platinum) sebesar 27,40 persen; piranti penerima sinyal untuk televisi 52,21 persen; dan kayu 17 persen. Australia saat ini merupakan negara tujuan ekspor ke-15 besar bagi Indonesia.
Sementara itu, impor Indonesia dari Australia selama 2006-2010 juga meningkat 7,98 persen. Tiga produk impor yang juga meningkat signifikan pada 2010 adalah gandum dan meslin sebesar 20,29 persen; live bovine animals 41,93 persen; dan cotton, not corded or combed 9,99 persen. Australia adalah negara pengimpor kedelapan terbesar bagi Indonesia. Di bidang investasi, Australia berpartisipasi di sekira 14 proyek di Indonesia dengan arus investasi sebesar sekira USD196,4 miliar pada semester pertama tahun 2010. Sebagian besar investor Australia berminat pada sektor pertambangan, konstruksi, dan pendidikan. (mai)
“Kedua negara ini memberikan perhatian yang semakin besar kepada Indonesia, bukan saja karena kita adalah tetangga Asia yang terdekat bagi mereka, tetapi juga karena pertumbuhan ekonomi dan demografi Indonesia yang sangat menjanjikan,” ujar Gita dalam rilisnya, Jakarta, Minggu (14/10/2012).
Dia mengatakan, Indonesia berpeluang untuk memperluas investasi di Australia dan Selandia Baru pada beberapa sektor tertentu seperti peternakan sapi, pengolahan susu, otomotif dan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Selain itu, pangsa pasar sektor jasa kedua negara tersebut juga sangat terbuka bagi Indonesia.
“Indonesia juga dapat membidik pasar jasa di Australia dan Selandia Baru seperti telekomunikasi, angkutan udara, manufaktur serta tenaga kerja di sektor pertanian,” imbuhnya.
Seperti diketahui, ekspor Indonesia ke Australia selama kurun waktu 2006-2010 meningkat 8,47 persen. Ada tiga produk ekspor yang mengalami kenaikan cukup tinggi di tahun 2010, yaitu emas (termasuk plat emas dengan platinum) sebesar 27,40 persen; piranti penerima sinyal untuk televisi 52,21 persen; dan kayu 17 persen. Australia saat ini merupakan negara tujuan ekspor ke-15 besar bagi Indonesia.
Sementara itu, impor Indonesia dari Australia selama 2006-2010 juga meningkat 7,98 persen. Tiga produk impor yang juga meningkat signifikan pada 2010 adalah gandum dan meslin sebesar 20,29 persen; live bovine animals 41,93 persen; dan cotton, not corded or combed 9,99 persen. Australia adalah negara pengimpor kedelapan terbesar bagi Indonesia. Di bidang investasi, Australia berpartisipasi di sekira 14 proyek di Indonesia dengan arus investasi sebesar sekira USD196,4 miliar pada semester pertama tahun 2010. Sebagian besar investor Australia berminat pada sektor pertambangan, konstruksi, dan pendidikan. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :