Kebijakan strategis antarkementerian dorong swasembada gula
Senin, 15 Oktober 2012 - 08:42 WIB
Kebijakan strategis antarkementerian dorong swasembada gula
A
A
A
Sindonews.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan swasembada gula bisa sukses jika diikuti oleh kebijakan strategis. Namun, kebijakan itu tidak hanya dari satu kementrian saja.
Selain itu, dalam melakukan revitalisasi pabrik gula (PG) tidak harus berorientasi proyek. "Swasembada gula bisa diraih asalkan diikuti dengan kebijakan sinergis antarkementrian," kata Dahlan, Minggu (14/10/2012).
Mantan Dirut PLN ini mengkritik izin impor row Sugar yang diberikan kepada pihak-pihak yang tidak punya komitmen membangun pabrik gula. Padahal, pabrik gula merupakan salah satu alat untuk membuat Indonesia bisa swasembada gula.
Meski demikian, lanjut Dahlan, yang terpenting adalah memacu produktivitas dengan membenahi pabrik gula, sehingga kepercayaan petani terhadap pabrik gula meningkat. Menurutnya, kepercayaan petani ini sangatlah penting. Karena petani adalah pemasok utama tebu di PG.
"Rendemen tidak dipermainkan, tentu petani akan senang. Jika sudah demikian kinerja PG juga akan meningkat," ujarnya.
Lebih jauh Dahlan menekankan bahwa dalam setiap revitalisasi tidak harus berorientasi dengan proyek saja. Artinya, dengan melakukan revitalisasi PG adalah untuk meningkatkan produksi gula. Namun mesin yang digunakan di PG tersebut tidak harus beli yang membuat boros biaya. Bahkan revitalisasi juga tidak mengeluarkan investasi besar-besaran.
Dia mencontohkan di PG Toelangan. Di PG tersebut ternyata mesin gilingannya adalah peninggalan zaman Belanda, yang sudah lebih dari seratus tahun. Ternyata, setelah mesin diperbaiki dan tanpa beli yang baru, bisa kembali beroprasi.
Tahun-tahun sebelumnya ada satu mesin gilingan yang tak bisa dijalankan. Tahun ini lima mesin gilingan peninggalan Belanda itu bisa dijalankan. "Kini PG itu sudah bangkit dan bisa meraup untung. Ini harus jadi contoh dan spirit bersama demi swasembada gula," katanya.
Lebih jauh dia menjelaskan, stasiun gilingan di pabrik gula memang berperan penting untuk melarutkan secara maksimal kadar gula di dalam batang tebu untuk mendapatkan gula sebanyak-banyaknya.
Kini BUMN melakukan gerakan besar-besaran untuk mengamankan ketahanan pangan, termasuk serius membangun pabrik gula. Ia mengakui ada perjuangan berat ketika harus membenahi PG-PG itu.
"Problem gula ini sudah tidak ada seminar yang bisa menyelesaikannya. Makanya begitu ditunjuk jadi Menteri BUMN, saya bikin bahtsul masail kubro pabrik gula. Langsung cari solusi-solusinya, praktikkan langsung," ujarnya.
"Terbukti, dengan kerja keras akhirnya banyak pabrik gula yang mampu bangkit," tambahnya.
Selain itu, dalam melakukan revitalisasi pabrik gula (PG) tidak harus berorientasi proyek. "Swasembada gula bisa diraih asalkan diikuti dengan kebijakan sinergis antarkementrian," kata Dahlan, Minggu (14/10/2012).
Mantan Dirut PLN ini mengkritik izin impor row Sugar yang diberikan kepada pihak-pihak yang tidak punya komitmen membangun pabrik gula. Padahal, pabrik gula merupakan salah satu alat untuk membuat Indonesia bisa swasembada gula.
Meski demikian, lanjut Dahlan, yang terpenting adalah memacu produktivitas dengan membenahi pabrik gula, sehingga kepercayaan petani terhadap pabrik gula meningkat. Menurutnya, kepercayaan petani ini sangatlah penting. Karena petani adalah pemasok utama tebu di PG.
"Rendemen tidak dipermainkan, tentu petani akan senang. Jika sudah demikian kinerja PG juga akan meningkat," ujarnya.
Lebih jauh Dahlan menekankan bahwa dalam setiap revitalisasi tidak harus berorientasi dengan proyek saja. Artinya, dengan melakukan revitalisasi PG adalah untuk meningkatkan produksi gula. Namun mesin yang digunakan di PG tersebut tidak harus beli yang membuat boros biaya. Bahkan revitalisasi juga tidak mengeluarkan investasi besar-besaran.
Dia mencontohkan di PG Toelangan. Di PG tersebut ternyata mesin gilingannya adalah peninggalan zaman Belanda, yang sudah lebih dari seratus tahun. Ternyata, setelah mesin diperbaiki dan tanpa beli yang baru, bisa kembali beroprasi.
Tahun-tahun sebelumnya ada satu mesin gilingan yang tak bisa dijalankan. Tahun ini lima mesin gilingan peninggalan Belanda itu bisa dijalankan. "Kini PG itu sudah bangkit dan bisa meraup untung. Ini harus jadi contoh dan spirit bersama demi swasembada gula," katanya.
Lebih jauh dia menjelaskan, stasiun gilingan di pabrik gula memang berperan penting untuk melarutkan secara maksimal kadar gula di dalam batang tebu untuk mendapatkan gula sebanyak-banyaknya.
Kini BUMN melakukan gerakan besar-besaran untuk mengamankan ketahanan pangan, termasuk serius membangun pabrik gula. Ia mengakui ada perjuangan berat ketika harus membenahi PG-PG itu.
"Problem gula ini sudah tidak ada seminar yang bisa menyelesaikannya. Makanya begitu ditunjuk jadi Menteri BUMN, saya bikin bahtsul masail kubro pabrik gula. Langsung cari solusi-solusinya, praktikkan langsung," ujarnya.
"Terbukti, dengan kerja keras akhirnya banyak pabrik gula yang mampu bangkit," tambahnya.
(rna)
Lihat Juga :