ITC: Perdagangan Afrika-Asia makin menggeliat

Senin, 15 Oktober 2012 - 11:20 WIB
ITC: Perdagangan Afrika-Asia...
ITC: Perdagangan Afrika-Asia makin menggeliat
A A A
Sindonews.com - Akibat krisis yang melanda Uni Eropa, Afrika mau tidak mau mengubah orientasi pasar ekspornya yang selama ini mengandalkan pasar Uni Eropa. Kini, perdagangan antara negara-negara di kawasan Afrika dan Asia semakin menggeliat.

Hasil analisa International Trade Centre (ITC) menunjukkan, perdagangan antara Afrika dan Asia akan tumbuh hingga 14 persen per tahun dalam satu dekade mendatang, jauh lebih tinggi daripada tingkat pertumbuhan perdagangan global.

Namun ITC menggarisbawahi, sebagian besar ekspor Afika ke Asia saat ini masih didominasi oleh ekspor bahan mentah yang sebagian besar adalah minyak dan gas bumi (migas), hanya sebagian kecil komoditas yang memiliki nilai tambah. Menurut catatan ITC, ekspor non-migas Afrika ke Asia hanya sekitar 5 persen.

Industri manufaktur yang mampu menghasilkan barang bernilai tambah di Afrika memang masih sangat minim, hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi negara-negara Afrika saat tidak melaju secepat kawasan Asia. "Ini adalah tantangan utama yang dihadapi oleh Kawasan Afrika," tandas Direktur Eksekutif ITC Patricia Francis.

Patricia menambahkan, sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya dengan lebih baik dengan meningkatkan nilai ekpornya ke Asia, Afrika perlu meningkatkan investasi di sektor manufaktur. "Untuk meningkatkan ekspor barang bernilai tambah ke Asia, negara-negara Afrika harus menggalakkan investasinya di sektor manufaktur, jangan hanya di sektor ekstraktif," imbuhnya.

Seperti diketahui, ITC telah mengumumkan saat ini Produk Domestik Bruto (PDB) di kawasan Afrika telah mencapai USD15 juta. PDB tersebut dapat ditingkatkan berkali-kali lipat dengan pembangunan infrasturktur, terutama infrastruktur transportasi yang bisa memperlancar distribusi hingga menjadi jauh lebih efisien.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
32 menit yang lalu
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
9 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
10 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
10 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
10 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
11 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved