Produk olahan jamur Jabar masih menjanjikan

Senin, 15 Oktober 2012 - 18:14 WIB
Produk olahan jamur...
Produk olahan jamur Jabar masih menjanjikan
A A A
Sindonews.com - Potensi produk olahan berbahan dasar jamur masih cukup menjanjikan, sejalan berkembangnya bisnis kuliner di kota besar. Namun demikian, potensi tersebut belum termanfaatkan secara maksimal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Provinsi Jawa Barat Ferry Sofwan Arif mengakui, komoditi jamur masih berpotensi dikembangkan melalui sejumlah produk penganan. Apabila komoditi tersebut diolah secara apik, akan menghasilkan potensi ekonomi bagi masyarakat Jawa Barat.

“Peluangnya masih cukup besar. Tapi memang, pengusaha yang bergerak melalui komoditi ini perlu kita dorong, agar lebih banyak lagi,” kata Ferry Sofwan Arif di Bandung, Senin (15/10/2012).

Saat ini, jamur masih terbatas menjadi makanan pendukung nasi, dan beberapanya digunakan oleh business opportunity (BO) meniadi jamur krispi atau produk bakso.

Diakui dia, letak geografis serta banyaknya lahan pertanian di Jabar berpotensi besar terhadap budidaya jamur. Petani yang selesai memanen padi, bisa memanfaatkan jerami padi untuk membudidayakan jamur. Artinya, dari sektor hulu, Jabar tidak akan kesulitan mendapatkan komoditi itu.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Seksi Sayuran dan Tanaman Obat Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jabar Mimin Pakih mengatakan, produk jamur di Jabar tergolong tinggi. Dalam dua tahun terakhir, produksi jamur Jabar mengalami tren peningkatan. Hasil produksi jamur Jabar, justru menjadi andalan daerah lainnya.

“Produksi jamur di Jabar terus meningkat. Pada 2010, produksi jamur mencapai 19.600 ton dengan luas panen sekitar 287 hektar dan meningkat pada 2011 menjadi 33.000 ton dengan luas lahan sekitar 327 hektar,” beber dia. Dia memperkirakan, produksi jamur di Jabar akan lebih besar dari tahun lalu.

Diakui dia, jamur merang dan tiram adalah jenis jamur yang menjadi unggulan Jabar. Di Jabar, jamur merang banyak di tanam di wilayah Pantura seperti Karawang, Purwakarta, Subang, Cirebon, dan Indramayu. Sedangkan jamur tiram, banyak di produksi di wilayah Jabar bagian selatan seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, dan Sukabumi.

Menurut dia, budidaya jamur, lebuh mudah ketimbang menanam komoditi lainnya. Secara tradisional, menanam jamur bisa memanfaatkan lahan pertanian bekas tanaman padi. Komoditi ini, juga bisa diolah secara modern melalui proses menanam yang teratur dan terencana. Untuk mempertahankan produktifitas jamur, petani hanya perlu berkonsentrasi dalam menjaga kelembaban.

Harga jamur pun relatif stabil. Saat ini harga jamur merang di tingkat petani sekitar Rp10.000-12.000/kg sedangkan jamur tiram sekitar Rp6.000-8.000/kg. Walaupun demikian, salah satu kendala komoditi jamur yaitu soal pemasaran. Jamur perlu segera dipasarkan usai dipetik/panen karena mudah membusuk.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan FKPM: Masyarakat...
Kebijakan FKPM: Masyarakat Dilarang Serobot Kebun Inti Perusahaan
Capai 86.832 Hektar,...
Capai 86.832 Hektar, Jawa Barat Provinsi dengan Perkebunan Teh Terluas di Indonesia
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Mitigasi Perubahan Iklim,...
Mitigasi Perubahan Iklim, Program CSR Sambu Group Lindungi Perkebunan Kelapa Rakyat
PTPN XIV Unit Kebun...
PTPN XIV Unit Kebun Awaya Rencana Ganti Komoditas
Hari Perkebunan Nasional,...
Hari Perkebunan Nasional, Arum Sabil Minta Pemerintah Lirik Bio Energi Perkebunan
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
5 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
6 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
9 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
10 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
11 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved