PLN-GE teken LOI kembangkan program energi terbarukan
Senin, 15 Oktober 2012 - 18:27 WIB
PLN-GE teken LOI kembangkan program energi terbarukan
A
A
A
Sindonews.com - General Electric (NYSE: GE) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hari ini menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk bekerja sama dalam mengembangkan program energi terbarukan dengan menggunakan teknologi Integrated Biomass Gasification dan tenaga ahli dari GE.
LOI ini juga bertujuan untuk mengembangkan peluang untuk menerapkan teknologi ini melalui proyek percontohan pembangkit tenaga listrik di Sumba dan pulau-pulau lainnya dengan menggunakan serpih kayu sebagai bahan bakar.
Proyek ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga listrik sebesar 1 Megawatt untuk masyarakat dan industri kecil di daerah terpencil di Sumba.
“PLN yakin bahwa teknologi dan tenaga ahli dari GE dapat memainkan peranan penting dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga biomassa di Indonesia,” ungkap Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/10/2012).
“Kesuksesan proyek percontohan pembangkit listrik di Sumba dan pulau-pulau lainnya ini akan menunjukkan kelayakan teknis dan ekonomi dari perluasan jaringan listrik ke daerah terpencil dengan menggunakan bahan bakar biomassa dan akan menjadi contoh untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga biomassa di daerah-daerah lain di Indonesia. Kami sangat optimis,” tambahnya.
CEO GE Indonesia Handry Satriago menambahkan, teknologi mesin gas (gas engine) GE telah banyak digunakan di sektor kelistrikan di Indonesia. Lebih dari 700 unit yang terdiri dari mesin Jenbacher dan Waukesha telah beroperasi dengan menggunakan bahan bakar gas alam dan non gas alam.
“GE berkomitmen untuk membawa teknologi terdepan dan solusi untuk membantu Indonesia mengatasi tantangan dalam membangun negara. Kami sangat senang dapat mendukung mitra kami, PLN, dalam usaha mereka untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan listrik secara berkelanjutan, serta memberikan tenaga listrik yang sangat dibutuhkan bagi jutaan masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah pedesaan,” ungkap Handry Satriago, dalam rilis yang sama.
Sekadar informasi, teknologi Integrated Biomass Gasification dari GE yang dikembangkan oleh GE Global Research Center, adalah solusi yang telah terbukti dapat mengolah gas sintetis dari bahan baku biomassa menjadi tenaga listrik.
Teknologi ini mendukung target Pemerintah Indonesia untuk mengurangi target emisi karbon sebesar 26 persen pada tahun 2020, serta meningkatkan penggunakan energi terbarukan dalam jaringan tenaga listrik di Indonesia.
LOI ini juga bertujuan untuk mengembangkan peluang untuk menerapkan teknologi ini melalui proyek percontohan pembangkit tenaga listrik di Sumba dan pulau-pulau lainnya dengan menggunakan serpih kayu sebagai bahan bakar.
Proyek ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga listrik sebesar 1 Megawatt untuk masyarakat dan industri kecil di daerah terpencil di Sumba.
“PLN yakin bahwa teknologi dan tenaga ahli dari GE dapat memainkan peranan penting dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga biomassa di Indonesia,” ungkap Direktur Utama PLN, Nur Pamudji dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/10/2012).
“Kesuksesan proyek percontohan pembangkit listrik di Sumba dan pulau-pulau lainnya ini akan menunjukkan kelayakan teknis dan ekonomi dari perluasan jaringan listrik ke daerah terpencil dengan menggunakan bahan bakar biomassa dan akan menjadi contoh untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga biomassa di daerah-daerah lain di Indonesia. Kami sangat optimis,” tambahnya.
CEO GE Indonesia Handry Satriago menambahkan, teknologi mesin gas (gas engine) GE telah banyak digunakan di sektor kelistrikan di Indonesia. Lebih dari 700 unit yang terdiri dari mesin Jenbacher dan Waukesha telah beroperasi dengan menggunakan bahan bakar gas alam dan non gas alam.
“GE berkomitmen untuk membawa teknologi terdepan dan solusi untuk membantu Indonesia mengatasi tantangan dalam membangun negara. Kami sangat senang dapat mendukung mitra kami, PLN, dalam usaha mereka untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan listrik secara berkelanjutan, serta memberikan tenaga listrik yang sangat dibutuhkan bagi jutaan masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah pedesaan,” ungkap Handry Satriago, dalam rilis yang sama.
Sekadar informasi, teknologi Integrated Biomass Gasification dari GE yang dikembangkan oleh GE Global Research Center, adalah solusi yang telah terbukti dapat mengolah gas sintetis dari bahan baku biomassa menjadi tenaga listrik.
Teknologi ini mendukung target Pemerintah Indonesia untuk mengurangi target emisi karbon sebesar 26 persen pada tahun 2020, serta meningkatkan penggunakan energi terbarukan dalam jaringan tenaga listrik di Indonesia.
(gpr)
Lihat Juga :