RI-Malaysia harus bicarakan pajak eskpor CPO
Selasa, 16 Oktober 2012 - 13:12 WIB
RI-Malaysia harus bicarakan pajak eskpor CPO
A
A
A
Sindonews.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) meminta pemerintah Malaysia dan Indonesia untuk duduk bersama membicarakan persoalan pajak ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Menurut Gapki, Malaysia harus mempertimbangkan juga bahwa sebagian perkebunan kelapa sawitnya berada di Indonesia sehingga perubahan kebijakan bea ekspor CPO Malaysia justru bisa merugikan Malaysia sendiri.
"Ini kan persoalan kompetisi dan Malaysia juga harus aware sebagian besar kebunnya ada disini. Itu harus jadi pertimbangan Malaysia juga," tutur Gandi Sulistiyanto mewakili Gapki di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Gandi yang menjabat sebagai Direktur PT Sinar Mas Grup menambahkan, penyelesaian masalah kesepakatan bea ekspor CPO ini harus dilakukan melalui dialog antara kedua pemerintahan terkait. Sebagai dua negara bertetangga yang kepentingannya saling berhubungan satu sama lain, konflik hanya akan merugikan kedua negara.
"Kita harus bicara dulu dengan Malaysia, seperti kata Sekjen ASEAN, kita harus bersatu," imbuhnya.
Lebih jauh, Gandi juga menekankan bahwa perang harga CPO antara Indonesia dan Malaysia akan merugikan kedua negara penghasil utama CPO dunia ini. Oleh karena itu, kedua negara harus saling membantu pengendalian harga CPO dunia.
"Kompetisi Indonesia dan Malaysia malah akan merugikan keduanya, makanya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri," tandasnya.
Menurut Gapki, Malaysia harus mempertimbangkan juga bahwa sebagian perkebunan kelapa sawitnya berada di Indonesia sehingga perubahan kebijakan bea ekspor CPO Malaysia justru bisa merugikan Malaysia sendiri.
"Ini kan persoalan kompetisi dan Malaysia juga harus aware sebagian besar kebunnya ada disini. Itu harus jadi pertimbangan Malaysia juga," tutur Gandi Sulistiyanto mewakili Gapki di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Gandi yang menjabat sebagai Direktur PT Sinar Mas Grup menambahkan, penyelesaian masalah kesepakatan bea ekspor CPO ini harus dilakukan melalui dialog antara kedua pemerintahan terkait. Sebagai dua negara bertetangga yang kepentingannya saling berhubungan satu sama lain, konflik hanya akan merugikan kedua negara.
"Kita harus bicara dulu dengan Malaysia, seperti kata Sekjen ASEAN, kita harus bersatu," imbuhnya.
Lebih jauh, Gandi juga menekankan bahwa perang harga CPO antara Indonesia dan Malaysia akan merugikan kedua negara penghasil utama CPO dunia ini. Oleh karena itu, kedua negara harus saling membantu pengendalian harga CPO dunia.
"Kompetisi Indonesia dan Malaysia malah akan merugikan keduanya, makanya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :