INDEF : Pemerintah gagal lakukan diversifikasi energi
Selasa, 16 Oktober 2012 - 16:08 WIB
INDEF : Pemerintah gagal lakukan diversifikasi energi
A
A
A
Sindonews.com - Indonesian Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan, membengkaknya subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2013 menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjalankan diversifikasi energi.
Direktur Indef Enny Sri Hartati menjelaskan, subsidi BBM dalam RAPBN 2013 diketuk pada angka Rp193,8 triliun atau naik Rp56,4 triliun dibanding APBN-P 2012. Angka tersebut setara dengan 11,7 persen dari total belanjan negara.
Kondisi tersebut kata Enny menunjukkan betapa lemahnya strategi diversitifikasi energi yang berakibat pada pembengkakan subsidi BBM. "Ini menunjukkan kegagalan pemerintah dalam melakukan kebijakan energi," kata dia dalam acara Pra Sarasehan Ekonomi Menyongsong 2014, dengan tema RAPBN 2013 : Warisan Buruk untuk Pemerintah yang akan datang di Gedung Energy Tower, Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Kegagalan tersebut, dia menambahkan, membawa Indonesia pada situasi tersandera oleh subsidi BBM itu sendiri. Besarnya subsidi BBM karena besarnya konsumsi BBM saat ini.
"Mayoritas konsumsi kita karena ketergantungan BBM. Sebenarnya banyak potensi energi lain di negara kita, tapi pemerintah gagal memanfaatkannya," ujarnya.
Direktur Indef Enny Sri Hartati menjelaskan, subsidi BBM dalam RAPBN 2013 diketuk pada angka Rp193,8 triliun atau naik Rp56,4 triliun dibanding APBN-P 2012. Angka tersebut setara dengan 11,7 persen dari total belanjan negara.
Kondisi tersebut kata Enny menunjukkan betapa lemahnya strategi diversitifikasi energi yang berakibat pada pembengkakan subsidi BBM. "Ini menunjukkan kegagalan pemerintah dalam melakukan kebijakan energi," kata dia dalam acara Pra Sarasehan Ekonomi Menyongsong 2014, dengan tema RAPBN 2013 : Warisan Buruk untuk Pemerintah yang akan datang di Gedung Energy Tower, Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Kegagalan tersebut, dia menambahkan, membawa Indonesia pada situasi tersandera oleh subsidi BBM itu sendiri. Besarnya subsidi BBM karena besarnya konsumsi BBM saat ini.
"Mayoritas konsumsi kita karena ketergantungan BBM. Sebenarnya banyak potensi energi lain di negara kita, tapi pemerintah gagal memanfaatkannya," ujarnya.
(rna)
Lihat Juga :