Obligasi LKPR II oversubscribe 8,4x
Selasa, 16 Oktober 2012 - 18:07 WIB
Obligasi LKPR II oversubscribe 8,4x
A
A
A
Sindonews.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menerbitkan obligasi tahap II senilai USD100 juta dengan imbal hasil 5,879 persen. Jumlah pesanan atas obligasi ini mencapai USD840 juta atau mengalami kelebihan penawaran (oversubscribe) sebanyak 8,4 kali.
“Kami sangat gembira dengan respon yang sangat baik yang kami terima dari penerbitan obligasi ini. Kami sangat menghargai dukungan yang terus kami peroleh dari para investor global. Kesuksesan penerbitan obligasi LPKR dengan pricing yang agresif ini menunjukkan keyakinan pasar akan strategi, bisnis, prospek pertumbuhan dan manajemen perseroan," kata Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Penerbitan obligasi senilai USD100 juta tersebut merupakan tambahan dari obligasi yang sudah lebih dulu diterbitkan perseroan senilai USD150 juta, yang akan jatuh tempo pada 2019. Dengan demikian, total obligasi dengan skema penawaran umum berkelanjutan ini mencapai USD250 juta.
Obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) tersebut diterbitkan pada harga 105,25, dan memiliki tenor selama tujuh tahun. Obligasi, yang mendapat peringkat B1 dari Moody's, BB- dari S&P dan BB- dari Fitch dengan prospek stabil, ini akan jatuh tempo pada 2019.
Sebanyak 87 persen dari obligasi ini dialokasikan bagi para investor dari Asia dan sisanya dialokasikan bagi para investor Eropa. Asset Managers mendapat alokasi 80 persen, private banks 9 persen, dan banks 11 persen. Deutsche Bank bertindak sebagai sole global coordinator dan bookrunner, sedangkan Bank of America Merryl Lynch, Credit Suisse dan Citi bertindak sebagai joint bookrunners.
Dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan perseroan untuk melanjutkan ekspansi pengembangan rumah sakit, mal ritel dan untuk keperluan perseroan lainnya. LPKR adalah perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar, total aset dan pendapatan, yang diperkuat dengan landbank yang luas dan basis recurring income yang kuat.
“Kami sangat gembira dengan respon yang sangat baik yang kami terima dari penerbitan obligasi ini. Kami sangat menghargai dukungan yang terus kami peroleh dari para investor global. Kesuksesan penerbitan obligasi LPKR dengan pricing yang agresif ini menunjukkan keyakinan pasar akan strategi, bisnis, prospek pertumbuhan dan manajemen perseroan," kata Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Penerbitan obligasi senilai USD100 juta tersebut merupakan tambahan dari obligasi yang sudah lebih dulu diterbitkan perseroan senilai USD150 juta, yang akan jatuh tempo pada 2019. Dengan demikian, total obligasi dengan skema penawaran umum berkelanjutan ini mencapai USD250 juta.
Obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) tersebut diterbitkan pada harga 105,25, dan memiliki tenor selama tujuh tahun. Obligasi, yang mendapat peringkat B1 dari Moody's, BB- dari S&P dan BB- dari Fitch dengan prospek stabil, ini akan jatuh tempo pada 2019.
Sebanyak 87 persen dari obligasi ini dialokasikan bagi para investor dari Asia dan sisanya dialokasikan bagi para investor Eropa. Asset Managers mendapat alokasi 80 persen, private banks 9 persen, dan banks 11 persen. Deutsche Bank bertindak sebagai sole global coordinator dan bookrunner, sedangkan Bank of America Merryl Lynch, Credit Suisse dan Citi bertindak sebagai joint bookrunners.
Dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan perseroan untuk melanjutkan ekspansi pengembangan rumah sakit, mal ritel dan untuk keperluan perseroan lainnya. LPKR adalah perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar, total aset dan pendapatan, yang diperkuat dengan landbank yang luas dan basis recurring income yang kuat.
(rna)
Lihat Juga :