BNI sudah cairkan kredit infrastruktur Rp50 T
Selasa, 16 Oktober 2012 - 18:15 WIB
BNI sudah cairkan kredit infrastruktur Rp50 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia (BNI) telah menyiapkan anggaran fasilitas kredit Rp90 triliun untuk disalurkan ke sektor infrastruktur. Per Agustus 2012, pencairan kredit untuk sektor infrastruktur sebesar Rp50 triliun.
Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo menjelaskan, dari plafon kredit infrastruktur yang disediakan, paling besar dialokasikan ke sektor kelistrikan. Ini karena adanya penjaminan senilai Rp12 triliun dari pemerintah terkait proyek pembangkit 10 ribu megawatt (MW).
"Separuh dari alokasi di sektor kelistrikan itu merupakan proyek pemerintah 10 ribu megawatt. Itu kan ada yang sudah ditarik, ada yang masih stages (bertahap)," kata Gatot di Gedung BNI 46 Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Sementara Direktur Business Banking BNI Krishna Suparto menambahkan, khusus untuk sektor kelistrikan, BNI menyediakan plafon sebesar Rp20 triliun, dimana sebesar Rp11 triliun sudah dicairkan.
"Kita kan ada didelapan sektor unggulan, mulai dari hulu ke hilir, di dalamnya termasuk infrastruktur. Untuk infrastruktur, selain kelistrikan, yang besar itu transportasi dan telekomunikasi," tambah Krishna.
Menurutnya, untuk pencairan kredit paling lambat dari sektor jalan tol karena sedikit terhambat persoalan pembebasan lahan. Untuk sektor ini, lanjutnya, BNI menyediakan plafon Rp6 triliun dan baru terserap sekitar Rp1 triliun.
"Jadi total Rp80 triliun sampai Rp90 triliun yang sudah komit, nanti tinggal penarikan tergantung proyek. Untuk infrastruktur minimal tenor lima tahun. Tapi semua berjalan sesuai proses, memang paling berat itu untuk jalan, terkait pembebasan lahan," pungkasnya.
Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo menjelaskan, dari plafon kredit infrastruktur yang disediakan, paling besar dialokasikan ke sektor kelistrikan. Ini karena adanya penjaminan senilai Rp12 triliun dari pemerintah terkait proyek pembangkit 10 ribu megawatt (MW).
"Separuh dari alokasi di sektor kelistrikan itu merupakan proyek pemerintah 10 ribu megawatt. Itu kan ada yang sudah ditarik, ada yang masih stages (bertahap)," kata Gatot di Gedung BNI 46 Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Sementara Direktur Business Banking BNI Krishna Suparto menambahkan, khusus untuk sektor kelistrikan, BNI menyediakan plafon sebesar Rp20 triliun, dimana sebesar Rp11 triliun sudah dicairkan.
"Kita kan ada didelapan sektor unggulan, mulai dari hulu ke hilir, di dalamnya termasuk infrastruktur. Untuk infrastruktur, selain kelistrikan, yang besar itu transportasi dan telekomunikasi," tambah Krishna.
Menurutnya, untuk pencairan kredit paling lambat dari sektor jalan tol karena sedikit terhambat persoalan pembebasan lahan. Untuk sektor ini, lanjutnya, BNI menyediakan plafon Rp6 triliun dan baru terserap sekitar Rp1 triliun.
"Jadi total Rp80 triliun sampai Rp90 triliun yang sudah komit, nanti tinggal penarikan tergantung proyek. Untuk infrastruktur minimal tenor lima tahun. Tapi semua berjalan sesuai proses, memang paling berat itu untuk jalan, terkait pembebasan lahan," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :