Target dana kelolaan reksa dana dibawah proyeksi
Rabu, 17 Oktober 2012 - 16:27 WIB
Target dana kelolaan reksa dana dibawah proyeksi
A
A
A
Sindonews.com - Pertumbuhan dana kelolaan reksa dana, yang diproyeksikan pada awal tahun lalu sebesar 15 persen sulit dicapai. Pasalnya, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) mencatat, dana kelolaan reksa dana saat ini baru bertumbuh sekitar 7-8 persen.
Menurut Ketua APRDI Abiprayadi Riyanto, tidak tercapainya target pertumbuhan dana kelolaan reksa dana tersebut dipengaruhi kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Disamping itu, juga disebabkan banyaknya reksa dana terproteksi yang jatuh tempo dan aksi ambil untung (profit taking) investor dengan melakukan pencairan (redemption) reksa dana seiring naiknya indeks harga saham gabungan (IHSG).
"Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor, diantaranya karena reksa dana terproteksi jatuh tempo dan penarikan dana karena indeks naik," terang Abi kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Pertumbuhan dana kelolaan tersebut menurut Abi, sebagian besar dikontribusikan dari reksa dana saham dan terproteksi. Hingga akhir tahun, pertumbuhan dana kelolaan reksa dana didukung konsensus perkiraan IHSG yang diproyeksi dapat menyentuh posisi 4.400 pada akhir 2012.
"Konsensus IHSG di level 4.400 asalkan tidak ada kejutan baru dari Eropa ataupun Amerika Serikat," lanjutnya.
Data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyebutkan, total dana kelolan reksa dana pada akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp139,097 triliun.
Sementara dana kelolaan reksa dana per September 2012 tercatat naik sekitar Rp1,63 triliun atau 0,96 persen menjadi Rp171,62 triliun dari bulan sebelumnya sebesar Rp169,99 triliun.
Menurut Ketua APRDI Abiprayadi Riyanto, tidak tercapainya target pertumbuhan dana kelolaan reksa dana tersebut dipengaruhi kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Disamping itu, juga disebabkan banyaknya reksa dana terproteksi yang jatuh tempo dan aksi ambil untung (profit taking) investor dengan melakukan pencairan (redemption) reksa dana seiring naiknya indeks harga saham gabungan (IHSG).
"Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor, diantaranya karena reksa dana terproteksi jatuh tempo dan penarikan dana karena indeks naik," terang Abi kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Pertumbuhan dana kelolaan tersebut menurut Abi, sebagian besar dikontribusikan dari reksa dana saham dan terproteksi. Hingga akhir tahun, pertumbuhan dana kelolaan reksa dana didukung konsensus perkiraan IHSG yang diproyeksi dapat menyentuh posisi 4.400 pada akhir 2012.
"Konsensus IHSG di level 4.400 asalkan tidak ada kejutan baru dari Eropa ataupun Amerika Serikat," lanjutnya.
Data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyebutkan, total dana kelolan reksa dana pada akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp139,097 triliun.
Sementara dana kelolaan reksa dana per September 2012 tercatat naik sekitar Rp1,63 triliun atau 0,96 persen menjadi Rp171,62 triliun dari bulan sebelumnya sebesar Rp169,99 triliun.
(rna)
Lihat Juga :