Penetrasi asuransi ditargetkan 2% dari PDB
Rabu, 17 Oktober 2012 - 17:28 WIB
Penetrasi asuransi ditargetkan 2% dari PDB
A
A
A
Sindonews.com - Meski industri jasa keuangan, seperti asuransi masih terancam oleh krisis global yang berkepanjangan, namun pertumbuhan industri ini masih diharapkan meningkat pada tahun 2012. Targetnya, tahun ini penetrasi asuransi dapat mencapai 2 persen dari produk domestik bruto (PDB).
"Kita menargetkan dapat mencapai dua persen untuk tahun 2012," ujar Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Kornelius Simanjuntak kepada wartawan di The Plaza Office Tower, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Namun, ibandingkan Thailand yang mampu mencapai 4 persen, Indonesia masih jauh tertinggal. Sebelumnya pada tahun 2011 lalu, nilai penetrasi asuransi sudah mencapai 1,82 persen.
Angka tersebut, menurutnya belum termasuk penambahan dari asuransi sosial yang ada. Jadi ini memang asuransi yang memang penggunanya mengetahui dan dengan sukarela membeli. "Kalau ditambahkan dengan asuransi sosial, tahun 2011 itu sudah mencapai 2,02 persen," jelasnya.
Akan tetapi, dengan bertambah 0,01 persen saja, Kornelius mengaku, sudah ada pertumbuhan yang besar. Sedangkan untuk 2013, dia menyatakan belum ada proyeksi karena mesti melihat hasil di 2012.
"Kita lihat dulu 2012, tapi menaikkan ini tidak mudah kalau dilihat karena ini dari GDP. Tapi industri asuransi adalah satu-satunya yang masih tetap tumbuh dalam krisis, malah banyak rekrut agen, tambah kantor dan sebagainya," pungkas Kornelius.
"Kita menargetkan dapat mencapai dua persen untuk tahun 2012," ujar Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Kornelius Simanjuntak kepada wartawan di The Plaza Office Tower, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Namun, ibandingkan Thailand yang mampu mencapai 4 persen, Indonesia masih jauh tertinggal. Sebelumnya pada tahun 2011 lalu, nilai penetrasi asuransi sudah mencapai 1,82 persen.
Angka tersebut, menurutnya belum termasuk penambahan dari asuransi sosial yang ada. Jadi ini memang asuransi yang memang penggunanya mengetahui dan dengan sukarela membeli. "Kalau ditambahkan dengan asuransi sosial, tahun 2011 itu sudah mencapai 2,02 persen," jelasnya.
Akan tetapi, dengan bertambah 0,01 persen saja, Kornelius mengaku, sudah ada pertumbuhan yang besar. Sedangkan untuk 2013, dia menyatakan belum ada proyeksi karena mesti melihat hasil di 2012.
"Kita lihat dulu 2012, tapi menaikkan ini tidak mudah kalau dilihat karena ini dari GDP. Tapi industri asuransi adalah satu-satunya yang masih tetap tumbuh dalam krisis, malah banyak rekrut agen, tambah kantor dan sebagainya," pungkas Kornelius.
(rna)
Lihat Juga :