Anggaran bisa kembali menumpuk

Kamis, 18 Oktober 2012 - 09:27 WIB
Anggaran bisa kembali...
Anggaran bisa kembali menumpuk
A A A
Sindonews.com – Penumpukan penyerapan anggaran pada akhir tahun sepertinya akan kembali terulang, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Hingga 5 Oktober 2012 atau memasuki kuartal IV, realisasi penyerapan anggaran tercatat baru mencapai Rp999,3 triliun atau 64,5 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan dalam APBNP 2012 sebesar Rp1.548,3 triliun.

Realisasi tersebut sebetulnya masih lebih baik dibandingkan realisasi belanja periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 60 persen. Namun, realisasi 64,5 persen itu masih jauh dari target yang ditetapkan, yaitu sebesar 75 persen pada akhir kuartal III.

“Sampai akhir tahun ini masih ada tendensi penumpukan realisasi anggaran. Meskipun sudah ada perbaikan, pola menumpuk di akhir tahun masih ada,” tutur Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Agus Suprijanto di kantornya, Jakarta, kemarin.

Penumpukan penyerapan belanja di akhir tahun merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun. Contohnya, hingga akhir November 2011 penyerapan anggaran baru mencapai 69 persen tapi angkanya meningkat drastis menjadi88 persen atau sekitar Rp1.165 triliun per 30 Desember 2011.

Artinya, dalam rentang satu bulan ada lonjakan penyerapan sebesar 19 persen atau sekitar Rp270 triliun. Untuk menghapus kebiasaan itu, Presiden telah membuat tim khusus bernama tim evaluasi dan pengawasan penyerapan anggaran (TEPPA) pada awal tahun ini.

Namun, kehadiran TEPPA sepertinya belum mampu menghapus kebiasaan buruk menumpuknya penyerapan di akhir tahun. Padahal, penumpukan penyerapan belanja ini diakui menyebabkan pertumbuhan tidak maksimal karena banyak anggaran yang sudah ada tidak terpakai.

Agus menjelaskan, dari realisasi belanja yang mencapai Rp999,3 triliun,realisasi terbesar adalah belanja pegawai yakni mencapai 59,3 persen atau lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja pegawai pada periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 55,4 persen.

Realisasi belanja barang mencapai Rp76,3 triliun atau 40,9 persen dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp186,6 triliun. Realisasi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya 32,8 persen (Rp46,1 triliun).

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, realisasi belanja modal masih tetap terendah dibandingkan dengan belanja lainnya. Hingga 5 Oktober, belanja modal hanya terserap Rp65,9 triliun atau 39,1 persen dari pagu yang ditetapkan (Rp168,6 triliun).

Penyerapan sebesar 39,1 persen tersebut sedikit lebih baik dibandingkan tahun lalu (32,8 persen). “Kalau realisasi belanja kementerian/ lembaga (K/L) paling tinggi rata-rata 90 persen.Ini sudah lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kalau untuk total realisasi belanja negara secara keseluruhan, itu bisa mencapai 98–99 persen.Terdorong salah satunya oleh belanja subsidi,” papar Agus.

Realisasi subsidi energi, menurut Agus, telah melewati angka Rp174,8 triliun atau 86,4 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan. Penyerapan belanja subsidi pada tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp127,4 triliun (65 persen).

“Subsidi energi yang kita keluarkan sudah melebihi penerimaan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) migasnya,” ujar dia. Lebih lanjut Agus menuturkan, realisasi penerimaan negara hingga 5 Oktober mencapai Rp912 triliun (67,25), lebih tinggi dibandingkan tahun lalu (71 persen).

Penerimaan terbesar disumbang oleh sektor perpajakan (Rp702,8 triliun), PNBP migas (Rp105,2 triliun, serta pajak penghasilan (PPh) migas sebesar Rp60,1 triliun. “Realisasi pendapatan negara Rp912,7 triliun (67,2 persen) dari pagu anggarannya Rp1.358,2 triliun sehingga per 5 Oktober 2012 realisasi defisit anggaran mencapai Rp 86,6 triliun atau sekitar 0,45 persen dari PDB (pendapatan domestik bruto),” jelasnya.

Terkait penyerapan anggaran secara keseluruhan, sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengungkapkan bahwa pada tahun ini diperkirakan realisasinya hanya mencapai 92,6 persen.

“Daya serap K/L diperkirakan hanya mencapai 92,6 persen sehingga ada penghematan sebesar Rp40,3 triliun. Kami akan pertanggungjawabkan penggunaan dana tersebut,” tuturnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Minta Para Menteri...
Jokowi Minta Para Menteri Tiru Kementerian PUPR, Belanja Anggaran di Awal Tahun
Demi Pemulihan Ekonomi,...
Demi Pemulihan Ekonomi, KKP Realokasi Anggaran Rp483 Miliar
Komisi IV DPR Dukung...
Komisi IV DPR Dukung Penambahan Pagu Anggaran KKP Rp3,45 Triliun
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Rincian Pemangkasan...
Rincian Pemangkasan Anggaran Kementerian/Lembaga
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
3 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
4 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
5 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
5 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
6 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
6 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved