Kuartal III, pendapatan Global Mediacom Rp6,3 T
Kamis, 18 Oktober 2012 - 14:28 WIB
Kuartal III, pendapatan Global Mediacom Rp6,3 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) hingga akhir September tahun ini berhasil membukan pendapatan konsolidasi sebesar 21 persen menjadi Rp6,3 triliun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp5,2 triliun.
"Pendapatan konsolidasi perusahaan ditopang pendapatan berbasis konten dan iklan melalui PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan media berbasis pelanggan melalui PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY)," kata Investor Relations BMTR Robert Satrya dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/10/2012).
Sementara itu, EBITDA tumbuh 35 persen menjadi Rp2,7 triliun dari Rp2 triliun pada September tahun lalu, dengan marjin EBITDA bertumbuh menjadi 43 persen dari 39 persen.
Naiknya pendapatan perseroan menyebabkan laba bersih yang dibukukan meningkat 43 persen menjadi Rp881 miliar dari posisi kuartal III tahun lalu senilai Rp617 miliar.
Tercatat, MNCN memberikan kontribusi terbesar mencapai 71 persen terhadap pendapatan konsolidasi. Sedangkan MSKY memberi kontribusi sebanyak 27 persen.
Secara historis, menurut Robert, pendapatan MNCN di semester II lebih tinggi dibanding semester sebelumnya. Pendapatan dari MNCN bertumbuh 16 persen menjadi Rp4,4 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp3,9 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut didorong kenaikan rate card, tingkat okupansi, Euro Cup dan kontribusi selama Ramadhan. Hingga akhir September lalu, MNCN memiliki 14 channel dibanding periode yang sama tahun lalu hanya 7 channel.
Satu channel telah diluncurkan pada Oktober, sehingga jumlah channel saat ini menjadi 15 channel. Pada kuartal IV tahun ini, MNCN berencana menambah tiga channel baru.
Per September, MNCN masih memimpin di industri televisi FTA dengan rata-rata pangsa pemirsa sebesar 40,5 persen. Adapun, RCTI memiliki audience share rata-rata 19,6 persen dan MNC TV 15,5 persen.
Sementara pendapatan MSKY per akhir bulan kesembilan tahun ini tercatat tumbuh 38 persen menjadi Rp1,7 triliun dari Rp1,2 triliun pada kuartal III tahun lalu. Naiknya pendapatan perseroan ditopang kenaikan jumlah pelanggan sebesar 47 persen (year on year) untuk pelanggan aktif menjadi 1.569.412 dari 1.073.402, dengan penambahan pelanggan bersih sebesar 50.000.
Jumlah pelanggan pada kuartal III tahun ini melewati proyeksi research report Morgan Stanley untuk tahun 2012 sebesar 1.567.567 pelanggan. Morgan Stanley memproyeksikan, rata-rata pertumbuhan pelanggan bersih bulanan sebesar 33.000 pelanggan pada 2012. Sementara realisasi pencapaian 45.000. Jumlah ini lebih tinggi dibanding September tahun lalu, yang hanya 30.000.
Pertumbuhan pelanggan yang signifikan tersebut karena MSKY memiliki jumlah channel terbanyak melalui Indovision yang terdiri dari 115 channel, dimana 25 channel adalah channel eksklusif.
Selain itu, MSKY memiliki sales internal yang lebih efektif dan agresif dalam pembukaan kantor cabang baru diseluruh Indonesia, sehingga mendorong pertumbuhan pelanggan. Pada akhir September 2012, MSKY memiliki 85 kantor, dimana 23 kantor cabang dibuka di kuartal ketiga 2012.
"Pendapatan konsolidasi perusahaan ditopang pendapatan berbasis konten dan iklan melalui PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan media berbasis pelanggan melalui PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY)," kata Investor Relations BMTR Robert Satrya dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/10/2012).
Sementara itu, EBITDA tumbuh 35 persen menjadi Rp2,7 triliun dari Rp2 triliun pada September tahun lalu, dengan marjin EBITDA bertumbuh menjadi 43 persen dari 39 persen.
Naiknya pendapatan perseroan menyebabkan laba bersih yang dibukukan meningkat 43 persen menjadi Rp881 miliar dari posisi kuartal III tahun lalu senilai Rp617 miliar.
Tercatat, MNCN memberikan kontribusi terbesar mencapai 71 persen terhadap pendapatan konsolidasi. Sedangkan MSKY memberi kontribusi sebanyak 27 persen.
Secara historis, menurut Robert, pendapatan MNCN di semester II lebih tinggi dibanding semester sebelumnya. Pendapatan dari MNCN bertumbuh 16 persen menjadi Rp4,4 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp3,9 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut didorong kenaikan rate card, tingkat okupansi, Euro Cup dan kontribusi selama Ramadhan. Hingga akhir September lalu, MNCN memiliki 14 channel dibanding periode yang sama tahun lalu hanya 7 channel.
Satu channel telah diluncurkan pada Oktober, sehingga jumlah channel saat ini menjadi 15 channel. Pada kuartal IV tahun ini, MNCN berencana menambah tiga channel baru.
Per September, MNCN masih memimpin di industri televisi FTA dengan rata-rata pangsa pemirsa sebesar 40,5 persen. Adapun, RCTI memiliki audience share rata-rata 19,6 persen dan MNC TV 15,5 persen.
Sementara pendapatan MSKY per akhir bulan kesembilan tahun ini tercatat tumbuh 38 persen menjadi Rp1,7 triliun dari Rp1,2 triliun pada kuartal III tahun lalu. Naiknya pendapatan perseroan ditopang kenaikan jumlah pelanggan sebesar 47 persen (year on year) untuk pelanggan aktif menjadi 1.569.412 dari 1.073.402, dengan penambahan pelanggan bersih sebesar 50.000.
Jumlah pelanggan pada kuartal III tahun ini melewati proyeksi research report Morgan Stanley untuk tahun 2012 sebesar 1.567.567 pelanggan. Morgan Stanley memproyeksikan, rata-rata pertumbuhan pelanggan bersih bulanan sebesar 33.000 pelanggan pada 2012. Sementara realisasi pencapaian 45.000. Jumlah ini lebih tinggi dibanding September tahun lalu, yang hanya 30.000.
Pertumbuhan pelanggan yang signifikan tersebut karena MSKY memiliki jumlah channel terbanyak melalui Indovision yang terdiri dari 115 channel, dimana 25 channel adalah channel eksklusif.
Selain itu, MSKY memiliki sales internal yang lebih efektif dan agresif dalam pembukaan kantor cabang baru diseluruh Indonesia, sehingga mendorong pertumbuhan pelanggan. Pada akhir September 2012, MSKY memiliki 85 kantor, dimana 23 kantor cabang dibuka di kuartal ketiga 2012.
(rna)
Lihat Juga :