Dalam 5 tahun, APRDI targetkan 5 juta investor
Kamis, 18 Oktober 2012 - 16:13 WIB
Dalam 5 tahun, APRDI targetkan 5 juta investor
A
A
A
Sindonews.com - Masih tingginya peluang pasar untuk beralih ke instrumen investasi reksa dana agaknya terus dimanfaatkan berbagai pihak. Bahkan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesai (APRDI) menargetkan dapat menggaet lima juta investor reksa dana dalam lima tahun ke depan.
"Dalam lima tahun ke depan, kami berharap bisa menggaet lima juta investor dengan dana kelolaan sekitar 10 persen dari PDB (produk domestik bruto)," jelas Ketua Umum APRDI, Abiprayadi Riyanto dalam acara Pekan Reksa Dana Nasional di Central Park Mall, Jakarta, Kamis (17/10/2012).
Saat ini, jumlah dana kelolaan reksa dana mencapai Rp175 triliun, dengan jumlah investor hanya161 ribu investor. Jumlah tersebut tidak sebaanding dengan jumlah kelas menengah di Indonesia, yang mencapai 45 juta orang menurut survei McKinsey Global Institute.
Untuk itu, Abi mengaku, para penggiat reksa dana saat ini juga tengah berupaya saling berbenah diri agar dapat menarik minat masyarakat untuk berinvestasi di instumen reksa dana. Salah satunya cara yang dilakukan, dengan meningkatkan jumlah dan mutu sumber daya manusia (SDM), yang handal di bidang reksa dana.
"Industri reksa dana masih membutuhkan SDM yang sangat besar, mengingat potensi pasar reksa dana terus meningkat," simpulnya.
"Dalam lima tahun ke depan, kami berharap bisa menggaet lima juta investor dengan dana kelolaan sekitar 10 persen dari PDB (produk domestik bruto)," jelas Ketua Umum APRDI, Abiprayadi Riyanto dalam acara Pekan Reksa Dana Nasional di Central Park Mall, Jakarta, Kamis (17/10/2012).
Saat ini, jumlah dana kelolaan reksa dana mencapai Rp175 triliun, dengan jumlah investor hanya161 ribu investor. Jumlah tersebut tidak sebaanding dengan jumlah kelas menengah di Indonesia, yang mencapai 45 juta orang menurut survei McKinsey Global Institute.
Untuk itu, Abi mengaku, para penggiat reksa dana saat ini juga tengah berupaya saling berbenah diri agar dapat menarik minat masyarakat untuk berinvestasi di instumen reksa dana. Salah satunya cara yang dilakukan, dengan meningkatkan jumlah dan mutu sumber daya manusia (SDM), yang handal di bidang reksa dana.
"Industri reksa dana masih membutuhkan SDM yang sangat besar, mengingat potensi pasar reksa dana terus meningkat," simpulnya.
(rna)
Lihat Juga :