Dana kelolaan reksa dana diharapkan 10% PDB
Kamis, 18 Oktober 2012 - 17:25 WIB
Dana kelolaan reksa dana diharapkan 10% PDB
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah mengharapkan adanya peningkatan portofolio dana kelolaan dari investasi reksa dana sebesar 10 persen dari total produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp7.427 triliun, yang dilakukan dengan cara diversifikasi produk reksa dana.
"Harus ada pendalaman market, financial deepening. Butuh komitmen dari pelaku industri kalau mau kontribusi terhadap PDB menjadi 10 persen," ujar Wakil Menteri Keuangan RI, Mahendra Siregar usai menghadiri acara Pekan Reksa Dana Nasional di Central Park Mall, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Guna mencapai pendalaman tersebut, kata Mahendra, perlu dibangun sinergi yang kuat antara pelaku industri dan regulator guna meningkatkan jumlah dana kelolaan, seperti dengan melakukan diversifikasi produk investasi, agar masyarakat lebih tertarik dengan reksa dana.
"Apa yang harus dilakukan untuk pendalaman karena ini penting melihat kondisi ekonomi makro dunia terkini, dimana Indonesia menjadi negara yang tetap tumbuh diatas 6 persen, bersama China," lanjutnya.
Dengan upaya pendalaman tersebut, diharapkan masyarakat jadi lebih memiliki instrumen investasi yang lebih beragam.
"Kalau Indonesia kuat, tapi sus sektor seperti reksa dana tidak melakukan apapaun, (dana masyarakat) akan lewat begitu saja. Investasi mereka juga hanya terbatas kepada produk-produk yang konvensional seperti tabungan konvensional, membeli ruko, dan sebagainya," simpul Mahendra.
"Harus ada pendalaman market, financial deepening. Butuh komitmen dari pelaku industri kalau mau kontribusi terhadap PDB menjadi 10 persen," ujar Wakil Menteri Keuangan RI, Mahendra Siregar usai menghadiri acara Pekan Reksa Dana Nasional di Central Park Mall, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Guna mencapai pendalaman tersebut, kata Mahendra, perlu dibangun sinergi yang kuat antara pelaku industri dan regulator guna meningkatkan jumlah dana kelolaan, seperti dengan melakukan diversifikasi produk investasi, agar masyarakat lebih tertarik dengan reksa dana.
"Apa yang harus dilakukan untuk pendalaman karena ini penting melihat kondisi ekonomi makro dunia terkini, dimana Indonesia menjadi negara yang tetap tumbuh diatas 6 persen, bersama China," lanjutnya.
Dengan upaya pendalaman tersebut, diharapkan masyarakat jadi lebih memiliki instrumen investasi yang lebih beragam.
"Kalau Indonesia kuat, tapi sus sektor seperti reksa dana tidak melakukan apapaun, (dana masyarakat) akan lewat begitu saja. Investasi mereka juga hanya terbatas kepada produk-produk yang konvensional seperti tabungan konvensional, membeli ruko, dan sebagainya," simpul Mahendra.
(rna)
Lihat Juga :