Hutama Karya sodori Jokowi proyek tandingan MRT
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 11:06 WIB
Hutama Karya sodori Jokowi proyek tandingan MRT
A
A
A
Sindonews.com - PT Hutama Karya (HK) menyatakan telah mengajukan proyek Light Rapid Transit (LRT) dalam pertemuannya dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kantor Kementerian BUMN. LRT dinilai bisa menjadi alternatif dari Mass Rapid Transit (MRT) yang dinilai terlalu mahal.
"Tentu ini lebih murah dari MRT, kan konstruksinya di atas. Bahkan ini bisa dikombinasi sekaligus untuk jalan raya biasa untuk mobil," ujar Direktur Operaional II Infrastruktur dan Wilayah Timur, Indradjaja Monopol, di Kantor Pusat Hutama Karya, Jumat (19/10/2012).
Menurut Indradjaja, LRT diperkirakan mampu mengangkut hingga 1.000 penumpang dalam sekali perjalanan. Kereta ini terdiri dari kurang lebih enam gerbong, setiap gerbongnya bisa menampung maksimal 200 orang.
Kelebihan lainnya, lanjut Indradjaja, ialah lahan LRT ditumpangkan di atas jalan tol yang sudah ada sehingga akan sangat sedikit pembebasan lahan yang diperlukan, jauh lebih sedikit dibanding area yang dibutuhkan MRT. "Pembebasan lahan hanya untuk terminal dan segala macam, sangat sedikit," tambahnya.
Lebih lanjut, Indradaja mengemukakan rencana HK menggandeng sejumlah perusahaan berpelat merah lainnya bila rancangan proyek LRT ini dinilai sudah layak untuk dijalankan. "Kerjasamanya diutamakan dengan BUMN atau BUMD, dengan Jasa Marga, BUMN Karya, atau PT KAI untuk mengoperasikan ini," pungkasnya.
Proyek LRT ini diperkirakan memakan biaya sebesar Rp4 triliun, untuk pembangunan jalur tahap pertamanya dari Bekasi sampai sekitar Semanggi. Indradjaja optimistis, proyek ini bisa segera dimulai pada tahun depan. "Konstruksinya diharapkan tahun depan, tahun ini masih belum," ujarnya.
"Tentu ini lebih murah dari MRT, kan konstruksinya di atas. Bahkan ini bisa dikombinasi sekaligus untuk jalan raya biasa untuk mobil," ujar Direktur Operaional II Infrastruktur dan Wilayah Timur, Indradjaja Monopol, di Kantor Pusat Hutama Karya, Jumat (19/10/2012).
Menurut Indradjaja, LRT diperkirakan mampu mengangkut hingga 1.000 penumpang dalam sekali perjalanan. Kereta ini terdiri dari kurang lebih enam gerbong, setiap gerbongnya bisa menampung maksimal 200 orang.
Kelebihan lainnya, lanjut Indradjaja, ialah lahan LRT ditumpangkan di atas jalan tol yang sudah ada sehingga akan sangat sedikit pembebasan lahan yang diperlukan, jauh lebih sedikit dibanding area yang dibutuhkan MRT. "Pembebasan lahan hanya untuk terminal dan segala macam, sangat sedikit," tambahnya.
Lebih lanjut, Indradaja mengemukakan rencana HK menggandeng sejumlah perusahaan berpelat merah lainnya bila rancangan proyek LRT ini dinilai sudah layak untuk dijalankan. "Kerjasamanya diutamakan dengan BUMN atau BUMD, dengan Jasa Marga, BUMN Karya, atau PT KAI untuk mengoperasikan ini," pungkasnya.
Proyek LRT ini diperkirakan memakan biaya sebesar Rp4 triliun, untuk pembangunan jalur tahap pertamanya dari Bekasi sampai sekitar Semanggi. Indradjaja optimistis, proyek ini bisa segera dimulai pada tahun depan. "Konstruksinya diharapkan tahun depan, tahun ini masih belum," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :