Ini penjelasan Ahok soal proyek MRT

Jum'at, 19 Oktober 2012 - 14:35 WIB
Ini penjelasan Ahok...
Ini penjelasan Ahok soal proyek MRT
A A A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mengkaji ulang pembangunan Mass Rapid Transit (MRT).

"Perintah, Pak Gubernur sudah jelas, meminta dikaji lagi (MRT), berapa biaya yang sesunguhnya, kenapa musti di mulai dari Lebak Bulus ke HI," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta, Jumat (19/10/2012).

Pria yang biasa disapa Ahok ini menginginkan nasib MRT jangan seperti monorail saat ini masih terkatung-katung.

"Prinsip Pak Gubenur adalah kalau memulai sesuatu tidak boleh berhenti, ada hambatan apapun kita tabrak, tapi kalau tembok besar kan enggak bisa kita tabrak," tandasnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta era Fauzi Bowo-Prijanto akan membangun terlebih dahulu jalur MRT Utara-Selatan. Proyek awalnya rute Lebak Bulus-Bundaran HI.

Pembangunan rute tahap I ini membutuhkan dana hingga Rp144,322 miliar yen atau sekira Rp15 triliun.

Pembangunan MRT Jakarta ini sejak awal sudah melibatkan Advisory Committee Pembangunan MRT Jakarta pada 12 Februari 2007.

Mereka yang duduk dalam Advisory Commitee ini adalah tenaga ahli, akademisi, pengamat, bahkan dari pihak media di Indonesia dan Jepang.

Lintasan MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI direncanakan akan sepanjang 15,5 kilometer dengan rincian 10,5 kilometer di permukaan tanah, dan 5 kilometer di bawah tanah.

Nantinya akan ada 13 stasiun diantaranya tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah.

Sebanyak enam stasiun bawah tanah akan dibangun di sepanjang rute tersebut, yakni di Masjid Al-Azhar, Istora Senayan (Ratu Plaza), Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia, dan tujuh stasiun elevated yakni di Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.

Mengenai desain, jalur MRT dari Lebak Bulus ke Jalan Sisingamangaraja akan menggunakan konstruksi jalan layang, dan Jalan Sisingamangaraja ke Bundaran HI dengan konstruksi bawah tanah.

Pemilihan tipe layang di jalur Lebak Bulus-Sisingamangaraja didasarkan dengan memperhitungkan dampak lalu lintas selama periode konstruksi.

Dampak lalu lintas akan lebih besar jika di jalur ini dibangun bawah tanah karena secara metode konstruksi akan membutuhkan lahan kerja yang lebih luas sehingga sebagian besar jalan harus ditutup.

Sedangkan, jika dengan struktur layang, secara metode konstruksi, selama pembangunan akan tetap dipertahankan empat jalur.

Nantinya, MRT diharapkan mampu mengangkut 960.000 orang per hari dengan headway per lima menit.

Target waktu perjalanan dari Lebak Bulus-Bundaran HI mencapai 30 menit. Diharapkan MRT akan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota Jakarta.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek MRT Jakarta Ditargetkan...
Proyek MRT Jakarta Ditargetkan Tuntas di 2028, Intip Progresnya
13 Tahun Tiang Pancang...
13 Tahun Tiang Pancang Jakarta Monorel Mangkrak
Terbang ke Jepang, Menhub...
Terbang ke Jepang, Menhub Nego Harga Proyek MRT
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Proyek MRT di Rawamangun...
Proyek MRT di Rawamangun Kebakaran
Pengerjaan MRT Fase...
Pengerjaan MRT Fase II, JPO Bank Indonesia Mulai Dibongkar
Berita Terkini
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
4 menit yang lalu
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan usai Bos BI Mundur, Begini Arahannya
42 menit yang lalu
BPDP dan RPN Dorong...
BPDP dan RPN Dorong UMKM Jadi Penggerak Hilirisasi Pangan Berbasis Sawit
1 jam yang lalu
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
1 jam yang lalu
Rights Issue, cashUP...
Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
1 jam yang lalu
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu
2 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved