PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu

Senin, 27 Juli 2026 - 18:36 WIB
loading...
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI menegaskan keberhasilan program co-firing biomassa pada PLTU ditentukan oleh efisiensi rantai pasok. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan bahwa keberhasilan program co-firing biomassa pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ditentukan oleh efisiensi rantai pasok, standardisasi kualitas bahan bakar, dan infrastruktur pengolahan yang andal. Langkah ini menjadi strategi utama perusahaan untuk mempercepat dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil secara bertahap.

"Sekitar 90% pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan energi fosil. Karena itu, kami terus memperluas pemanfaatan biomassa sebagai substitusi sebagian batu bara untuk mendukung agenda dekarbonisasi dan pencapaian Net Zero Emissions," ujar Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam keterangan pers, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan

Hokkop menjelaskan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam simposium inovasi material kehutanan yang diselenggarakan Indonesia Research Institute. Menurutnya, PLN EPI bertugas mengamankan pasokan energi primer bagi sekitar 200 unit PLTU di 52 lokasi, 200 unit PLTG/PLTGU/PLTMG, serta hampir 800 unit PLTD di seluruh Indonesia.

Seluruh bahan baku biomassa yang digunakan dipastikan berasal dari residu industri kehutanan, perkebunan, dan pertanian, sehingga tidak bersumber dari aktivitas deforestasi. Pendekatan ekonomi sirkular ini memanfaatkan limbah yang sebelumnya tak bernilai ekonomis untuk memberikan nilai tambah bagi sektor hulu tanpa merusak kelestarian lingkungan.

Secara kumulatif sepanjang 2023–2026, realisasi penyediaan biomassa telah mencapai 4,77 juta ton, yang didominasi sawdust (54,6%) dan woodchip (22,4%). Pada 2025, pasokan sebesar 2,35 juta ton berhasil menekan emisi hingga 2,72 juta ton CO₂e, dan target penyaluran diproyeksikan meningkat menjadi 3,65 juta ton pada 2026 serta 4,07 juta ton pada 2027.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
PLN EPI Gandeng BWI...
PLN EPI Gandeng BWI Pasok Biomassa Sekam Padi untuk Cofiring PLTU Indramayu
PLN EPI Gandeng Sorbu...
PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo
Digitalisasi Rumah Bibit...
Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa, PLN EPI Perkuat Cofiring dan Ekonomi Desa
Penanaman Pohon Gamal...
Penanaman Pohon Gamal ke-20 Juta di Pohuwato, Ribuan Orang Rayakan Reforestasi Berkelanjutan
Guru Besar UI Tawarkan...
Guru Besar UI Tawarkan Teknologi Biomassa untuk Energi Alternatif
Bangun Pabrik Pemanfaatan...
Bangun Pabrik Pemanfaatan Biomassa, Barata Indonesia Gandeng Perusahaan Malaysia
Rekomendasi
iCAR V27 REEV Mendarat...
iCAR V27 REEV Mendarat Mulus di Indonesia 3 Hari Jelang GIIAS 2026?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
Berita Terkini
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Rights Issue, cashUP...
Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu
Pengusaha Minta Transisi...
Pengusaha Minta Transisi Gubernur BI Berjalan Transparan dan Kredibel
Prioritaskan Lingkungan,...
Prioritaskan Lingkungan, PT Dairi Prima Mineral Pilih Tambang Bawah Tanah
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved