LDR BNI turun jadi 76,8%
Senin, 22 Oktober 2012 - 12:56 WIB
LDR BNI turun jadi 76,8%
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat penurunan rasio penurunan kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) karena menurunkan porsi pembiayaan dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD).
"Loan to deposit ratio memang mengalami penurunan," kata Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo dalam paparannya di Gedung BNI, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Penurunan LDR tersebut dari 78,3 persen pada kuartal III tahun lalu menjadi 76,8 persen pada kuartal III tahun ini. Menurut Gatot, itu terjadi terutama karena porsi pembiayaan dalam USD terus diturunkan.
"Memang fokus BNI lebih diarahkan pada pembiayaan dan denominasi rupiah, sehingga dana terkonsentrasi di dalam negeri," tegasnya.
Hasilnya, kata Gatot, LDR dalam denominasi rupiah meningkat 4 persen dari 78 persen pada kuartal III/2011 menjadi 82 persen pada kuartal III/2012. "Sementara, pembiayaan BNI dalam denominasi USD turun 30 persen dari 83 persen pada kuartal III/2011 menjadi 53 persen pada kuartal III/2012," tutupnya.
Sementara, laba bersih perseroan pada kuartal III tahun ini naik sebesar 24,5 persen dari Rp4,1 trilun pada kuartal III/2011 menjadi Rp5,04 triliun pada kuartal III/2012. Gatot menyebutkan, pertumbuhan laba bersih perseroan mayoritas dikontribusi dari pertumbuhan pendapatan operasional, yang tumbuh sebesar 12,1 persen.
Peningkatan pendapatan operasional BNI, kata dia, bersumber dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang melonjak 19 persen, yakni dari Rp9,4 triliun pada kuartal III/2011 menjadi Rp11,2 triliun pada akhir kuartal III/2012.
"Loan to deposit ratio memang mengalami penurunan," kata Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo dalam paparannya di Gedung BNI, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Penurunan LDR tersebut dari 78,3 persen pada kuartal III tahun lalu menjadi 76,8 persen pada kuartal III tahun ini. Menurut Gatot, itu terjadi terutama karena porsi pembiayaan dalam USD terus diturunkan.
"Memang fokus BNI lebih diarahkan pada pembiayaan dan denominasi rupiah, sehingga dana terkonsentrasi di dalam negeri," tegasnya.
Hasilnya, kata Gatot, LDR dalam denominasi rupiah meningkat 4 persen dari 78 persen pada kuartal III/2011 menjadi 82 persen pada kuartal III/2012. "Sementara, pembiayaan BNI dalam denominasi USD turun 30 persen dari 83 persen pada kuartal III/2011 menjadi 53 persen pada kuartal III/2012," tutupnya.
Sementara, laba bersih perseroan pada kuartal III tahun ini naik sebesar 24,5 persen dari Rp4,1 trilun pada kuartal III/2011 menjadi Rp5,04 triliun pada kuartal III/2012. Gatot menyebutkan, pertumbuhan laba bersih perseroan mayoritas dikontribusi dari pertumbuhan pendapatan operasional, yang tumbuh sebesar 12,1 persen.
Peningkatan pendapatan operasional BNI, kata dia, bersumber dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang melonjak 19 persen, yakni dari Rp9,4 triliun pada kuartal III/2011 menjadi Rp11,2 triliun pada akhir kuartal III/2012.
(rna)
Lihat Juga :