Kredit BNI kuartal III capai Rp184,5 T
Senin, 22 Oktober 2012 - 15:35 WIB
Kredit BNI kuartal III capai Rp184,5 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) hingga akhir September 2012 mencatat pertumbuhan kredit sebesar 14,8 persen menjadi Rp184,48 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp160,72 triliun.
Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo mengatakan, total kredit perseroan hingga bulan kesembilan tahun ini, sekitar 35 persen disalurkan ke segmen korporasi.
"Dari delapan sektor yang menjadi fokus aliran kredit korporasi BNI, proyek infrastruktur menjadi target yang diutamakan," kata dia dalam paparannya di Gedung BNI, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Kredit yang disalurkan perseroan ke segmen korporasi pada kuartal III tahun ini meningkat sekitar 6,2 persen menjadi Rp64,76 triliun dari Ro60,97 triliun pada kuartal III tahun lalu. Selain sektor infrastruktur, bank pelat merah ini menyalurkan kredit ke sektor manufaktur, yang menghasilkan lapangan kerja massal, dengan porsi kedua terbesar atau mencapai 18 persen dari total kredit sepanjang sembilan bulan ini.
Kredit untuk pelaku usaha menengah tumbuh 21,8 persen dari Rp26,9 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp32,7 triliun pada kuartal III tahun ini. Sedangkan, kredit untuk pengusaha kecil tumbuh 17,8 persen menajdi Rp33,2 triliun dari Rp28,2 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Kinerja penyaluran kredit BNI menunjukkan kinerja positif lantaran adanya penurunan gross non performing loan (kredit bermasalah) dari 3,8 persen pada kuartal III tahun lalu menjadi 3,4 persen pada kuartal III tahun ini. Sementara naiknya penyaluran kredit perseroan menyebabkan aset perseroan tumbuh 15,6 persen menjadi Rp310,4 triliun.
Tumbuhnya aset dan rendahnya NPL menyebabkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) meningkat dari 16,7 persen pada kuartal III 2011 menjadi 17,1 persen pada kuartal III tahun ini.
Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo mengatakan, total kredit perseroan hingga bulan kesembilan tahun ini, sekitar 35 persen disalurkan ke segmen korporasi.
"Dari delapan sektor yang menjadi fokus aliran kredit korporasi BNI, proyek infrastruktur menjadi target yang diutamakan," kata dia dalam paparannya di Gedung BNI, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Kredit yang disalurkan perseroan ke segmen korporasi pada kuartal III tahun ini meningkat sekitar 6,2 persen menjadi Rp64,76 triliun dari Ro60,97 triliun pada kuartal III tahun lalu. Selain sektor infrastruktur, bank pelat merah ini menyalurkan kredit ke sektor manufaktur, yang menghasilkan lapangan kerja massal, dengan porsi kedua terbesar atau mencapai 18 persen dari total kredit sepanjang sembilan bulan ini.
Kredit untuk pelaku usaha menengah tumbuh 21,8 persen dari Rp26,9 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp32,7 triliun pada kuartal III tahun ini. Sedangkan, kredit untuk pengusaha kecil tumbuh 17,8 persen menajdi Rp33,2 triliun dari Rp28,2 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Kinerja penyaluran kredit BNI menunjukkan kinerja positif lantaran adanya penurunan gross non performing loan (kredit bermasalah) dari 3,8 persen pada kuartal III tahun lalu menjadi 3,4 persen pada kuartal III tahun ini. Sementara naiknya penyaluran kredit perseroan menyebabkan aset perseroan tumbuh 15,6 persen menjadi Rp310,4 triliun.
Tumbuhnya aset dan rendahnya NPL menyebabkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) meningkat dari 16,7 persen pada kuartal III 2011 menjadi 17,1 persen pada kuartal III tahun ini.
(rna)
Lihat Juga :