IHSG diprediksi menguat terbatas
Selasa, 23 Oktober 2012 - 07:42 WIB
IHSG diprediksi menguat terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini berada di area overbought dan masih terbatas kenaikannya. Diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.316-4.327 dan resistance 4.354-4.368.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, pergerakan IHSG tertolong oleh sentimen positif dari beredarnya spekulasi aksi perbankan sentral, di kawasan Asia Pasifik untuk menstimulus perekonomian.
"Diharapkan sentimen ini dapat terjaga, sehingga IHSG pun bisa kembali rebound dan menemukan momentum penguatannya," kata dia dalam risetnya di Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Sementara bursa saham Eropa masih bergerak variatif, seiring dengan disetujuinya program pengetatan anggaran oleh parlemen Spanyol. Di sisi lain, pelaku pasar masih mengantisipasi rilis laporan keuangan yang diharapkan bisa lebih baik dari emiten-emiten teknologi kemarin.
"Dengan terjaganya sentimen positif maka diharapkan akan mempengaruhi pergerakan IHSG dan bursa saham Asia esok hari sehingga dapat kembali mengalami rebound," lanjut dia.
Selain itu, pergerakan bursa saham Asia berbalik arah menguat setelah beredar spekulasi bank sentral, seperti BoJ dan PboC akan memberikan tambahan stimulus. Beredar spekulasi bahwa Pemerintah China akan memperkenalkan langkah-langkah untuk meningkatkan pasar ekuitas sebelum transisi kepemimpinan bulan depan.
Regulator pasar modal China dikabarkan akan memudahkan batas dan membatalkan tinjauan administratif pada perusahaan sekuritas dan MI. Di awal sesi sempat melemah seiring dengan penurunan data ekspor Jepang.
Sementara itu, data penurunan Trade Balance Jepang sempat membuat IHSG bergerak di zona merah karena pelaku pasar khawatir akan perlambatan ekonomi di Asia yang belum sepenuhnya pulih. Di sisi lain, masih adanya aksi profit taking juga membuat laju IHSG lebih banyak berada di zona merah.
"Akan tetapi, di luar dugaan,menguatnya mayoritas bursa saham Asia seiring dengan beredarnya spekulasi BoJ akan menambah stimulus dan rencana PboC untuk mencegah kenaikan yuan terhadap USD agar menambah aliran dana masuk ke China, membuat IHSG kembali bangkit hingga akhir perdagangan," jelasnya.
Penguatan bursa saham Eropa pada sesi pembukaan turut mendukung IHSG kembali ke zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.341,83 (level tertingginya) jelang akhir sesi dua dan sempat menyentuh level 4.301,76 (level terendahnya) di awal sesi satu dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.341,38.
"Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," kata Reza.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, pergerakan IHSG tertolong oleh sentimen positif dari beredarnya spekulasi aksi perbankan sentral, di kawasan Asia Pasifik untuk menstimulus perekonomian.
"Diharapkan sentimen ini dapat terjaga, sehingga IHSG pun bisa kembali rebound dan menemukan momentum penguatannya," kata dia dalam risetnya di Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Sementara bursa saham Eropa masih bergerak variatif, seiring dengan disetujuinya program pengetatan anggaran oleh parlemen Spanyol. Di sisi lain, pelaku pasar masih mengantisipasi rilis laporan keuangan yang diharapkan bisa lebih baik dari emiten-emiten teknologi kemarin.
"Dengan terjaganya sentimen positif maka diharapkan akan mempengaruhi pergerakan IHSG dan bursa saham Asia esok hari sehingga dapat kembali mengalami rebound," lanjut dia.
Selain itu, pergerakan bursa saham Asia berbalik arah menguat setelah beredar spekulasi bank sentral, seperti BoJ dan PboC akan memberikan tambahan stimulus. Beredar spekulasi bahwa Pemerintah China akan memperkenalkan langkah-langkah untuk meningkatkan pasar ekuitas sebelum transisi kepemimpinan bulan depan.
Regulator pasar modal China dikabarkan akan memudahkan batas dan membatalkan tinjauan administratif pada perusahaan sekuritas dan MI. Di awal sesi sempat melemah seiring dengan penurunan data ekspor Jepang.
Sementara itu, data penurunan Trade Balance Jepang sempat membuat IHSG bergerak di zona merah karena pelaku pasar khawatir akan perlambatan ekonomi di Asia yang belum sepenuhnya pulih. Di sisi lain, masih adanya aksi profit taking juga membuat laju IHSG lebih banyak berada di zona merah.
"Akan tetapi, di luar dugaan,menguatnya mayoritas bursa saham Asia seiring dengan beredarnya spekulasi BoJ akan menambah stimulus dan rencana PboC untuk mencegah kenaikan yuan terhadap USD agar menambah aliran dana masuk ke China, membuat IHSG kembali bangkit hingga akhir perdagangan," jelasnya.
Penguatan bursa saham Eropa pada sesi pembukaan turut mendukung IHSG kembali ke zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.341,83 (level tertingginya) jelang akhir sesi dua dan sempat menyentuh level 4.301,76 (level terendahnya) di awal sesi satu dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.341,38.
"Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," kata Reza.
(gpr)
Lihat Juga :