Kontribusi investasi lebih besar dari konsumsi
Selasa, 23 Oktober 2012 - 11:29 WIB
Kontribusi investasi lebih besar dari konsumsi
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah mengklaim sektor investasi yang dilakukan pemerintah sudah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih baik bahkan kontribusinya lebih besar daripada sektor konsumsi.
"Di 2012 ini, kontribusi investasi sudah lebih besar dari konsumsi. Investasi sumbang 1.29 persen dan konsumsi 1.28 persen. Momentum ini akan terus kita dorong," ujar Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Bahkan, kata Mahendra, pertumbuhan invetasi ke depannya akan mampu menunjung pertumbuhan yang berkelanjutan. "Bagus, membuat pertumbuhan kita berkelanjutan dan bukan hanya tahun ini menyumbang langsung, tapi tahun-tahun depan kapasitas produksi akan naik dan juga penciptaan lapangan kerja dan ada nilai tambah," lanjutnya.
Sekadar informasi, realisasi investasi selama Januari-September 2012 mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan nilai Rp229,9 triliun, terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp65,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp164,2 triliun. Dibanding periode sama tahun silam, realisasi investasi hingga kuartal III tahun ini tumbuh 27 persen.
Khusus selama kuartal III-2012, realisasi investasi mencapai Rp81,8 triliun, naik 25,1 persen dibandingkan periode sama 2011, meliputi PMDN senilai Rp25,2 triliun dan PMA Rp56,6 triliun. Realisasi PMDN tumbuh 32,6 persen dibandingkan kuartal III-2011, lebih tinggi dibandingkan realisasi PMA yang hanya tumbuh 22 persen.
"Di 2012 ini, kontribusi investasi sudah lebih besar dari konsumsi. Investasi sumbang 1.29 persen dan konsumsi 1.28 persen. Momentum ini akan terus kita dorong," ujar Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Bahkan, kata Mahendra, pertumbuhan invetasi ke depannya akan mampu menunjung pertumbuhan yang berkelanjutan. "Bagus, membuat pertumbuhan kita berkelanjutan dan bukan hanya tahun ini menyumbang langsung, tapi tahun-tahun depan kapasitas produksi akan naik dan juga penciptaan lapangan kerja dan ada nilai tambah," lanjutnya.
Sekadar informasi, realisasi investasi selama Januari-September 2012 mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan nilai Rp229,9 triliun, terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp65,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp164,2 triliun. Dibanding periode sama tahun silam, realisasi investasi hingga kuartal III tahun ini tumbuh 27 persen.
Khusus selama kuartal III-2012, realisasi investasi mencapai Rp81,8 triliun, naik 25,1 persen dibandingkan periode sama 2011, meliputi PMDN senilai Rp25,2 triliun dan PMA Rp56,6 triliun. Realisasi PMDN tumbuh 32,6 persen dibandingkan kuartal III-2011, lebih tinggi dibandingkan realisasi PMA yang hanya tumbuh 22 persen.
(gpr)
Lihat Juga :