Menkeu bangga defisit dibawah negara maju

Selasa, 23 Oktober 2012 - 14:16 WIB
Menkeu bangga defisit...
Menkeu bangga defisit dibawah negara maju
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo cukup berbangga dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Apalagi dengan kekuatan fiskal yang tergambar pada defisit 1,65 persen.

"Persetujuaan APBN ini disambut baik oleh dunia karena saat dunia kondisi sulit, kita bisa menyelesaikan APBN dengan defisit 1,65 persen yang relatif kecil dibanding negara tetangga atau maju," kata Agus kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (23/10/2012).

Menurutnya, negara maju di dunia saja memiliki defisit diatas 4 persen. Sebut saja, Jepang yang defisit 8,25 persen, India 9,93 persen, Amerika 7,90 persen, Yunani 8,26 persen, Malaysia 4,81 persen. Selain itu, Spanyol mencatat defisit 7,4 persen, Portugal 6,6 persen dan Irlandia 7,66 persen.

"Negara maju umumnya defisit 4sampai diatas 8 persen," ungkap Agus.

Akan tetapi, meski defisit yang tergolong rendah saat krisis global, subsidi energi masih tergolong lebih besar dibandingkan negara lainnya. Walaupun sudah dengan kenaikan listrik 15 persen, nilai subsidi energi masih mencapai Rp 317 triliun.

"Kita bisa 1,65 persen tetapi kita harus akui, subsidi total masih Rp317 triliun, yang paling besar. Meski sudah naikin listrik," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Subaru XV 2.0i 2013,...
Subaru XV 2.0i 2013, SUV AWD Mewah dan Ganteng, Harga Anjlok
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
Harmoko Menderita Penyakit...
Harmoko Menderita Penyakit Langka Ini Sejak 2013
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved