Indonesia pernah impor beras dari India

Selasa, 23 Oktober 2012 - 14:50 WIB
Indonesia pernah impor...
Indonesia pernah impor beras dari India
A A A
Sindonews.com - Dulu, Indonesia meyakini diri sebagai negara agraris dengan lahan pertanian dan produksi padi yang luas. Namun kini, Indonesia harus mengimpor beras dari negara luar, salah satunya yakni India.

Duta Besar Indonesia untuk India Andi Galib mengaku heran bahwa Indonesia yang memiliki banyak lumbung padi, masih harus mengimpor beras dari India. Apalagi, lanjutnya, Indonesia adalah negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia dengan pemakan beras terbanyak.

"Bangsa yang besar, penduduk terbesar keempat di dunia, setelah Cina, India, Amerika, pemakan beras terbanyak, asal tahu saja kita impor dari India. Selama saya duta besar di India itu pernah impor. Saya lupa angkanya, coba dicek ke Bulog, yang jelas Januari kemarin kita impor," katanya saat berkunjung ke Balaikota Depok, Selasa (23/10/12).

Karena itu, lanjutnya, saat ini sudah saatnya untuk menggalakkan kampanye konsumsi makanan karbo lokal nonpadi seperti beras analog yang terbuat dari tepung jagung dan sagu. Lalu juga bisa diganti dengan umbi-umbian.

"Saya tertarik karena makanan ini bisa menggantikan beras mengandung rendah gula, tetap sama kualitas rasanya, kurangi resiko penyakit diabetes. Gerakan One Day No Rice lahir di Depok untuk bangsa dan negara kedepan. Rasanya juga enak sekali," ungkapnya.

Dia meminta para akademisi untuk menyebarkan kampanye tersebut sebagai makanan alternatif untuk mengurangi impor dan konsumsi beras. Dia mengaku akan mempropagandakan gerakan tersebut dengan menyuguhkan makanan nonberas kepada para diplomat di kedutaan besar.

"Saya akan sebarkan di kalangan diplomat, ini perlu proses asimilasi. Akan saya sampaikan ke orang lain. Apalagi wanita India kan gemuk-gemuk, pasti mereka tertarik," tuturnya.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, saat ini Depok bukan dalam posisi kota swasembada beras analog, tetapi bagaimana caranya menciptakan ketahanan pangan. Sebab, Nur Mahmudi mengklaim, di Depok tersedia berbagai bahan pokok yang dapat diperlukan untuk memperkenalkan ketahanan pangan baru, produk lokal karbo lokal nonpadi.

"Untuk agro industri harus sesuai dengan iklim lahan, Depok tujuannya bukan itu. Tetapi memfasilitasi pelaku usaha untuk berkreatifitas. Depok bukan supply bahan baku pertanian, tetapi jadi tempat mengintegrasikan ide dan gagasan," imbuhnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
2 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
3 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
4 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
5 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved