Hatta: Pemuda harus jadi basi entrepreneur
Selasa, 23 Oktober 2012 - 17:20 WIB
Hatta: Pemuda harus jadi basi entrepreneur
A
A
A
Sindonews.com - Kalangan muda diminta menjadi penopang tumbuhnya entrepreneur di tengah minimnya jumlah entrepreneur di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi akan berjalan baik apabila jumlah entrepreneur sebanding dengan jumlah penduduk.
Hal itu ditegaskan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa saat memberikan kuliah umum tentang Ekonomi Kreatif di Kampus Universitas Pasundan (Unpas) Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung, Selasa (23/10/2012).
Diakui dia, jumlah entrepreneur di Indonesia belum sebanding dengan populasi penduduk saat ini. Mestinya, komposisi entrepreneur 2,5 persen dari populasi penduduk.
“Selama jumlah entrepreneur tidak sebanding dengan populasi penduduk, maka Indonesia hanya akan menjadi market potensial bagi Negara lain,” kata Hatta Rajasa.
Saat ini saja, produk impor dari sejumlah Negara mulai ramai di pasaran. Seperti fesyen, mainan anak-anak, dan produk lainnya. Padahal, bila masyarakat Indonesia lebih ekspansif menggarap pasar, maka produk dalam negeri bisa survive di negeri sendiri.
Hatta mencontohkan, Korea Selatan dan Jepang adalah Negara pertumbuhan ekonominya ditopang oleh munculnya entrepreneur. Walaupun, untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur, perlu ada upaya kongkrit dalam peningkatan sumber daya manusia. SDM yang berjiwa entrepreneur akan selalu memunculkan kegiatan produktif.
Hatta optimistis, apabila jumlah entrepreneur bertambah, disertai peningkatan investasi dan eskpor, maka ekonomi Indonesia akan terus membaik.
Dia optimistis, pada 2025 mendatang, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia bisa mencapai USD16.000 per tahun. Tahun 2011, pendapatan per kapitas masyarakat Indonesia mencapai USD3.500 per tahun, tumbuh dari tahun 2004 sebanyak USD1.184 per tahun.
“Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia nomor dua di bawah China. Tapi bukan berarti kita sudah berada pada zona nyaman. Kita tetap harus berusaha agar akselerasi ekonomi berjalan cepat dan terjaga,” timpal dia.
Menurut dia, realisasi investasi selama Januari-September 2012 mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah di Indonesia. Investasi yang masuk RI mencapai Rp229,9 triliun. Terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp65,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp164,2 triliun. Peningkatan tersebut sejalan dengan ekspansi bisnis sejumlah negara maju ke kawasan Asia Pasifik.
Hal itu ditegaskan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa saat memberikan kuliah umum tentang Ekonomi Kreatif di Kampus Universitas Pasundan (Unpas) Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung, Selasa (23/10/2012).
Diakui dia, jumlah entrepreneur di Indonesia belum sebanding dengan populasi penduduk saat ini. Mestinya, komposisi entrepreneur 2,5 persen dari populasi penduduk.
“Selama jumlah entrepreneur tidak sebanding dengan populasi penduduk, maka Indonesia hanya akan menjadi market potensial bagi Negara lain,” kata Hatta Rajasa.
Saat ini saja, produk impor dari sejumlah Negara mulai ramai di pasaran. Seperti fesyen, mainan anak-anak, dan produk lainnya. Padahal, bila masyarakat Indonesia lebih ekspansif menggarap pasar, maka produk dalam negeri bisa survive di negeri sendiri.
Hatta mencontohkan, Korea Selatan dan Jepang adalah Negara pertumbuhan ekonominya ditopang oleh munculnya entrepreneur. Walaupun, untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur, perlu ada upaya kongkrit dalam peningkatan sumber daya manusia. SDM yang berjiwa entrepreneur akan selalu memunculkan kegiatan produktif.
Hatta optimistis, apabila jumlah entrepreneur bertambah, disertai peningkatan investasi dan eskpor, maka ekonomi Indonesia akan terus membaik.
Dia optimistis, pada 2025 mendatang, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia bisa mencapai USD16.000 per tahun. Tahun 2011, pendapatan per kapitas masyarakat Indonesia mencapai USD3.500 per tahun, tumbuh dari tahun 2004 sebanyak USD1.184 per tahun.
“Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia nomor dua di bawah China. Tapi bukan berarti kita sudah berada pada zona nyaman. Kita tetap harus berusaha agar akselerasi ekonomi berjalan cepat dan terjaga,” timpal dia.
Menurut dia, realisasi investasi selama Januari-September 2012 mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah di Indonesia. Investasi yang masuk RI mencapai Rp229,9 triliun. Terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp65,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp164,2 triliun. Peningkatan tersebut sejalan dengan ekspansi bisnis sejumlah negara maju ke kawasan Asia Pasifik.
(gpr)
Lihat Juga :