Hotel Mandarin masih catat rugi Rp4,73 M
Rabu, 24 Oktober 2012 - 11:34 WIB
Hotel Mandarin masih catat rugi Rp4,73 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Hotel Mandarin Regency Tbk (HOME) hingga akhir kuartal III tahun ini masih mencatat rugi bersih sebesar Rp4,73 miliar. Kendati demikian, nilai rugi bersih ini menurun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,92 miliar.
Dalam laporan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/10/2012) menyebutkan, berkurangnya rugi bersih perseroan ditopang naiknya pendapatan selama sembilan bulan tahun ini sebesar 26,52 persen menjadi Rp29,2 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp23,08 miliar.
Kendati demikian, naiknya pendapatan seiring naiknya beban usaha sebesar 12,43 persen menjadi Rp12,03 miliar dari Rp10,7 miliar pada kuartal III tahun lalu. Sementara itu, beban nonoperasional juga meningkat 42,37 persen menjadi Rp4,57 miliar dari Rp3,21 miliar pada kuartal III/2011.
Naiknya beban nonoperasional terbesar dikontribusi dari kerugian selisih kurs yang mencatat Rp2,39 miliar dari sebelumnya untung Rp903,55 juta dan rugi penjualan aset tetap sebesar Rp90,7 juta dari laba Rp83,13 juta pada kuartal III tahun lalu. Namun, beban bunga berhasil dikurangi menjadi Rp2,09 miliar dari sebelumnya Rp4,18 miliar pada akhir September 2011.
Adapun rugi per lembar saham menurun menjadi Rp3,89 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,88 per lembar saham. Di samping itu, jumlah aset perseroan tercatat menurun 2,85 persen menjadi Rp171,16 miliar dari Rp176,19 miliar pada kuartal III tahun lalu.
Dalam laporan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/10/2012) menyebutkan, berkurangnya rugi bersih perseroan ditopang naiknya pendapatan selama sembilan bulan tahun ini sebesar 26,52 persen menjadi Rp29,2 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp23,08 miliar.
Kendati demikian, naiknya pendapatan seiring naiknya beban usaha sebesar 12,43 persen menjadi Rp12,03 miliar dari Rp10,7 miliar pada kuartal III tahun lalu. Sementara itu, beban nonoperasional juga meningkat 42,37 persen menjadi Rp4,57 miliar dari Rp3,21 miliar pada kuartal III/2011.
Naiknya beban nonoperasional terbesar dikontribusi dari kerugian selisih kurs yang mencatat Rp2,39 miliar dari sebelumnya untung Rp903,55 juta dan rugi penjualan aset tetap sebesar Rp90,7 juta dari laba Rp83,13 juta pada kuartal III tahun lalu. Namun, beban bunga berhasil dikurangi menjadi Rp2,09 miliar dari sebelumnya Rp4,18 miliar pada akhir September 2011.
Adapun rugi per lembar saham menurun menjadi Rp3,89 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,88 per lembar saham. Di samping itu, jumlah aset perseroan tercatat menurun 2,85 persen menjadi Rp171,16 miliar dari Rp176,19 miliar pada kuartal III tahun lalu.
(rna)
Lihat Juga :