Laba bersih Pakuwon Jati tumbuh 150%
Rabu, 24 Oktober 2012 - 12:10 WIB
Laba bersih Pakuwon Jati tumbuh 150%
A
A
A
Sindonews.com - PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) pada kuartal III tahun ini berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan, yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp576,11 miliar. Angka tersebut naik sekitar 150 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp230,44 miliar.
Dalam laporan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/10/2012) menyebutkan, naiknya laba tahun berjalan, yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk didorong naiknya pendapatan bersih perseroan sebesar 59,41 persen menjadi Rp1,61 triliun dari Rp1,01 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Kendati demikian, beban pokok penjualan mengalami kenaikan 29,08 persen menjadi Rp679,91 miliar dari Rp526,72 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban penjualan juga meningkat 77,87 persen menjadi Rp49,75 miliar dari Rp27,97 miliar pada akhir September tahun lalu.
Perseroan mengalami kerugian kurs mata uang asing sebesar Rp26,77 miliar dari sebelumnya laba Rp17,02 miliar. Kendati demikian, perseroan mendapat tambahan bagian laba bersih entitas asosiasi sebesar Rp974,52 juta dan lain-lain sebesar Rp6,99 miliar dari sebelumnya rugi Rp2,98 miliar.
Sementara laba per saham dasar perseroan meningkat menjadi Rp11,96 dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp5,74 per saham. Adapun, jumlah aset perseroan meningkat 23,52 persen menjadi Rp7,09 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,74 triliun.
Dalam laporan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/10/2012) menyebutkan, naiknya laba tahun berjalan, yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk didorong naiknya pendapatan bersih perseroan sebesar 59,41 persen menjadi Rp1,61 triliun dari Rp1,01 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Kendati demikian, beban pokok penjualan mengalami kenaikan 29,08 persen menjadi Rp679,91 miliar dari Rp526,72 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban penjualan juga meningkat 77,87 persen menjadi Rp49,75 miliar dari Rp27,97 miliar pada akhir September tahun lalu.
Perseroan mengalami kerugian kurs mata uang asing sebesar Rp26,77 miliar dari sebelumnya laba Rp17,02 miliar. Kendati demikian, perseroan mendapat tambahan bagian laba bersih entitas asosiasi sebesar Rp974,52 juta dan lain-lain sebesar Rp6,99 miliar dari sebelumnya rugi Rp2,98 miliar.
Sementara laba per saham dasar perseroan meningkat menjadi Rp11,96 dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp5,74 per saham. Adapun, jumlah aset perseroan meningkat 23,52 persen menjadi Rp7,09 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,74 triliun.
(rna)
Lihat Juga :