Majukan jam perdagangan, BEI masih tunggu AB
Rabu, 24 Oktober 2012 - 16:37 WIB
Majukan jam perdagangan, BEI masih tunggu AB
A
A
A
Sindonews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menunggu kesiapan dari seluruh pihak terkait sebelum memberlakukan jam perdagangan yang dimulai lebih awal sebagai upaya penyetaraan jam perdagangan dengan negara lain. Sebagai langkah awal, BEI sendiri akan akan melakukan sosialisasi perihal peraturan tersebut.
"Dengan disetujui aturan perdagangan untuk memajukan jam perdagangan, langkah selanjutnya sosialisasi dulu. Tapi kami berharap kalau sudah oke bisa segera diimplementasikan," terang Direktur Utama BEI, Ito Warsito di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Menurut Ito, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan cermat perihal penetapan waktu perdagangan yang dimulai lebi cepat tersebut. Salah satunya, kata Ito, ada dari sisi investor dan pelaku pasar itu sendiri.
"Memajukan perdagangan itu menyangkut stakeholder, investor dan para anggota bursa. Tidak bisa kan, kita serta merta mengubah jam perdagangan, kita perlu sosialisasi," tambahnya.
Dikatakan Ito, perubahan tersebut, jangan disalahartikan bahwa jam perdagangan berlangsung lebih panjang. Sekali lagi pemajuan jam tersebut hanya dilatarbelakangi upaya penyetaraan atau penyesuaian waktu dengan bursa saham di negara-negara kawasan.
"Jadi bukan nambah jam, tapi tetap 4 jam. Bukan nambah, cuma penyelesaian matching process (proses penyesuaian)," tandasnya.
"Dengan disetujui aturan perdagangan untuk memajukan jam perdagangan, langkah selanjutnya sosialisasi dulu. Tapi kami berharap kalau sudah oke bisa segera diimplementasikan," terang Direktur Utama BEI, Ito Warsito di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Menurut Ito, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan cermat perihal penetapan waktu perdagangan yang dimulai lebi cepat tersebut. Salah satunya, kata Ito, ada dari sisi investor dan pelaku pasar itu sendiri.
"Memajukan perdagangan itu menyangkut stakeholder, investor dan para anggota bursa. Tidak bisa kan, kita serta merta mengubah jam perdagangan, kita perlu sosialisasi," tambahnya.
Dikatakan Ito, perubahan tersebut, jangan disalahartikan bahwa jam perdagangan berlangsung lebih panjang. Sekali lagi pemajuan jam tersebut hanya dilatarbelakangi upaya penyetaraan atau penyesuaian waktu dengan bursa saham di negara-negara kawasan.
"Jadi bukan nambah jam, tapi tetap 4 jam. Bukan nambah, cuma penyelesaian matching process (proses penyesuaian)," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :