BPH Migas ungkap 441 kasus penyalahgunaan BBM
Rabu, 24 Oktober 2012 - 17:28 WIB
BPH Migas ungkap 441 kasus penyalahgunaan BBM
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengumumkan adanya 441 kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) yang berhasil diungkap oleh BPH Migas hingga saat ini.
"Kami menemukan sebanyak 441 kasus penyalahgunaan BBM selama Januari sampai September 2012," ungkap Kepala BPH Migas Andy N Sommeng dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) BPH Migas dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/10/2012).
Andy juga mengumumkan, barang bukti yang berhasil dikumpulkan oleh BPH Migas memiliki total nilai hingga Rp289 miliar. "Total nilai barang bukti yang dikumpulkan tim satgas BBM Rp289.125.124.400," imbuhnya.
Mengenai temuan BPH Migas ini, Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha menyebut adanya mafia penyelundupan BBM yang dilindungi oleh pejabat tinggi di balik kasus-kasus penyalahgunaan ini. "Sebetulnya ini semua mafia yang kita hadapi," ujarnya dalam rapat tersebut.
Lebih jauh, pihaknya menuding aparat di lapangan tidak berani menindak para pejabat yang terlibat dalam penyalahgunaan BBM. "Tapi mengapa tidak bisa kita ungkap? Disini kita perlu kejujuran, kalau ada pejabat-pejabat yang menjadi backing, laporkan saja," tegasnya.
"Kami menemukan sebanyak 441 kasus penyalahgunaan BBM selama Januari sampai September 2012," ungkap Kepala BPH Migas Andy N Sommeng dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) BPH Migas dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/10/2012).
Andy juga mengumumkan, barang bukti yang berhasil dikumpulkan oleh BPH Migas memiliki total nilai hingga Rp289 miliar. "Total nilai barang bukti yang dikumpulkan tim satgas BBM Rp289.125.124.400," imbuhnya.
Mengenai temuan BPH Migas ini, Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha menyebut adanya mafia penyelundupan BBM yang dilindungi oleh pejabat tinggi di balik kasus-kasus penyalahgunaan ini. "Sebetulnya ini semua mafia yang kita hadapi," ujarnya dalam rapat tersebut.
Lebih jauh, pihaknya menuding aparat di lapangan tidak berani menindak para pejabat yang terlibat dalam penyalahgunaan BBM. "Tapi mengapa tidak bisa kita ungkap? Disini kita perlu kejujuran, kalau ada pejabat-pejabat yang menjadi backing, laporkan saja," tegasnya.
(gpr)
Lihat Juga :